Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB

Ternyata Pembunuh Mahasiswa Kedokteran UB Ayah Tiri Pacar Korban, Motif Diduga Asmara

Diduga motif Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB dilatarbelakangi asmara. Pelaku merupakan ayah tiri TS, kekasih korban.

Editor: Frandi Piring
surya/galih lintartika/istimewa
Ternyata Pembunuh Mahasiswa Kedokteran UB Ayah Tiri Pacar Korban, Motif Diduga Asmara 

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febrianto Prayoga mengungkapkan, terduga pelaku yang ditangkap itu hanya satu orang.

"Yang menangkap dari Jatanras Polda Jatim. Penangkapan itu tidak berkoordinasi dengan kami (Satreskrim Polresta Malang Kota), karena mungkin sifatnya yang situasional," ungkapnya.

"Saat tadi saya tanyakan ke Polda Jatim, satu terduga pelaku terakhir ditangkap di Kota Malang. Namun, untuk peran dari terduga pelaku yang ditangkap tersebut dan ada berapa terduga pelaku yang diamankan, bisa langsung konfirmasi ke Jatanras Polda Jatim," tandasnya.

Setelah ditangkap, terduga pembunuh ini langsung menjalani rekonstruksi di lokasi penemuan jasad Bagus di semak - semak lahan kosong daeah Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu (16/4/2022) dini hari.

Dari pengamatan surya.co.id, tampak terduga pembunuh ini mengenakan kaus warna hitam, rambut cepak, tinggi sekitar 165 sentimeter, kulit sawo matang, dengan dua tangan terikat.

Dia ada dalam rombongan mobil Toyota Innova warna hitam, tanpa nopol yang disinyalir mobil milik korban.

Pria itu dengan tenang turun dari mobil, dan menunjukkan lokasi pembuangan mayat korban.

Ada beberapa adegan yang diperagakan oleh terduga pelaku pembunuhan.

Mulai dari cara terduga pelaku memasukkan mobil ke area kosong bekas bongkaran gudang itu, hingga cara pelaku menurunkan korban dari mobilnya.

Termasuk, pelaku juga sempat mempraktekkan saat ia mencekik leher korban.

Adegan per adegan diperagakan dengan sangat rapi sekali oleh pelaku.

Pelaku terlihat sangat serius menunjukkan aksi jahatnya menghabisi korban, dan ia tetap tenang menujukkan apa yang dilakukan saat membuang korban.

Dalam rekonstruksi ini, ada tujuh mobil rombongan tim Subdit Jatanras Direskrimum Polda Jawa Timur yang mendatangi lokasi penemuan mayat, Bagus Prasetya Lazuardi ini.

Rekonstruksi hanya dilakukan sekitar 30 menit, mulai pukul 01.05 wib.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved