Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cuaca Ekstrem

Cuaca Ekstrem Besok Sabtu 16 April 2022, Info BMKG 27 Daerah Patut Waspada

Info prakiraan cuaca besok Sabtu 16 April 2022. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Akan terjadi hujan lebat dan angin kencang. 

Pixabay
Prakiraan cuaca besok Sabtu 16 April 2022. Ilustrasi cuaca ekstrem 

Selat Sunda bagian Barat dan Selatan

Perairan Selatan Banten hingga P. Sumba

Selat Bali - Lombok - Alas bagian Selatan

Selat Sumba bagian Barat

Selat Sape bagian Selatan

Laut Sawu bagian Selatan

Perairan P. Sawu

Samudra Hindia Selatan Banten hingga NTT

Perairan Utara Kep. Sangihe hingga Kep. Talaud

Laut Maluku bagian Utara

Perairan Utara Halmahera

Laut Halmahera

Perairan Utara Papua Barat

Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat

Laut Arafuru bagian Timur

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau agar masyarakat memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, seperti:

-Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m)

-Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m)

-Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m)

-Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m)

-Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diminta tetap selalu waspada. 

Penjelasan BMKG

BMKG menyebutkan, sirkulasi siklonik terpantau di Sulawesi Tengah dan di sebelah barat Bengkulu, yang membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi), yang memanjang di Sulawesi bagian tengah, pesisir Kalimantan Timur, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, dan dari Jambi hingga Sumatera Selatan serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di perairan utara Sulawesi Utara.

Daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang dari Aceh hingga Sumatera Utara, dari Sumatera Selatan hingga Kep. Riau, dari Jawa Tengah hingga Jawa Barat, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Utara, dari NTT hingga NTB, di Papua Barat dan di Papua.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut. (*)

Telah tayang di:

TribunWow.com

Sumber: TribunWow.com
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved