Berita Heboh

Seorang Nenek 64 Tahun Jadi PSK Demi Kebutuhan Hidup Sehari-hari, Kena Razia Satpol PP

Seorang nenek 64 tahun di Probolinggo terpaksa jadi PSK demi kebutuhan hidup sehari-hari.

Editor: Frandi Piring
TribunJatim.com/ Danendra Kusuma
Seorang Nenek 64 Tahun di Probolinggo, Jatim, Jadi PSK Demi Kebutuhan Hidup Sehari-hari. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nasib miris seorang nenek di Probolinggo yang terpaksa menjajahkan dirinya demi menyambung hidup.

Nenek tersebut diamankan saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan razia rutin saat bulan Ramadan.

Dikabarkan, Satpol PP Kota Probolinggo melaksanakan operasi penyakit masyarakat (pekat) di beberapa lokasi saat Ramadan.

Sejumlah PSK dan pemuda yang tengah asyik pesta miras diamankan.

Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman mengatakan, dalam operasi pekat kali ini, pihaknya menyasar enam lokasi.

Di antaranya sekitaran rel kereta api kelurahan Mangunharjo dan rel kereta api kelurahan Kebonsari Wetan, pintu air Kelurahan Wiroborang, dan Stadion Bayuangga.

Petugas mengamankan sembilan PSK yang sedang mangkal dan enam pemuda pesta miras.

"Razia yang kami gelar tujuannya agar di bulan Ramadan ini, Kota Probolinggo tertib penyakit masyarakat.

Rupanya masih saja ditemui praktik prostitusi di bulan Ramadan," katanya dikonfirmasi, Senin (11/4/2022).

Usai diamankan, belasan pelanggar itu, dibawa ke kantor Satpol PP setempat untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

Di samping itu, bagi pemuda yang berpesta miras, orang tuanya diminta untuk menjemput sekaligus membawa kartu keluarga (KK).

"Kegiatan ini akan terus kami lakukan selama bulan suci Ramadan.

Ini dilakukan sebagai upaya penegakan Perda No 6 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum Ketentraman dan Perlindungan Masyarakat," paparnya.

Mirisnya, dari 9 PSK yang diamankan, salah satu ada yang berusia 64 tahun. Dia adalah N.

N mengaku baru 1,5 bulan menjadi PSK. Ia terpaksa terjun di dunia itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebab, dia berstatus seorang janda.

Saat petugas menggelar operasi pekat, para PSK masih berjajar di dekat rel kereta api menunggu pria hidung belang datang.

"Saya memasang tarif Rp 30 ribu. Saya melakukan ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," tandasnya. (nen)

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Sumber: TribunJatim.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved