Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut, 18 Orang Meninggal, Diduga Sopir Truk Tak Kuasai Medan Jadi Penyebabnya

Terjadi kecelakaan maut di Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat pada Rabu dini hari.

Editor: Glendi Manengal
Kolase foto istimewa
Kondisi mengenaskan korban tergeletak di selokan usai alami kecelakaan maut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat pada Rabu dini hari.

Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal yang dialami kendaraan truk.

Akibat kecelakaan tersebut sebanyak 18 orang meninggal dunia.

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Perbedaan WhatsApp Web dan WA Desktop, Mana Paling Bagus?

Baca juga: Gempa Guncang Banten Kamis 14 April 2022, Baru Terjadi, Berikut Info Kekuatan dan Pusat Guncangan

Baca juga: Masih Ingat Rizuka? Dulu Terkenal Berkat DJ Riri, Cerita Perjalanan Kariernya

Foto : Penyidik dari Polres Manokwari melaksanakan olah tempat kejadian perkara di lokasi kecelakaan truk di Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Rabu (14/4/2022). Sebanyak 18 penumpang truk meninggal dalam insiden ini. (DOKUMENTASI HUMAS POLRES MANOKWARI)

Sebuah truk dengan nomor polisi PB 8374 MC mengalami kecelakaan tunggal Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Rabu (13/4/2022) dini hari.

Akibat kejadian itu, sebanyak 18 orang tewas.

Kapolres Manokwari AKBP Parisan Herman Gultom mengatakan, kejadian itu berawal saat truk berpenumpang 34 orang datang dari arah Distrik Minyambouw dengan tujuan pusat kota.

Setibanya di jalan turunan kilometer 10 melewati Kampung Duadbey, pengemudi truk mendadak hilang kendali.

"Pengemudi tidak cakap saat melintasi jalan turunan menikung tajam, sehingga lepas kendali, out of control," ungkapnya.

Akibatnya, penumpang yang berada di bak belakang truk langsung terpental.

"Seluruh penumpang mengalami luka-luka di mana 13 orang meninggal di TKP, tiga orang meninggal di RS Pratama Warmare setelah mendapat perawatan medis, 10 orang luka berat, dan tiga luka ringan," kata Gultom saat memberikan keterangan pers, Rabu.

Gultom mengatakan, truk tersebut melebihi kapasitasnya. Sebab, truk itu memuat 34 penumpang yang terdiri dari 32 orang dewasa, satu balita.

Bukan itu saja, pada truk itu juga terdapat barang berupa 103 batang kayu, rangkaian pelat besi cor ukuran 16 milimeter, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter warna biru, dan satu unit chainsaw atau gergaji mesin.

"Semuanya merupakan barang-barang milik korban," ungkapnya.

Pada saat kejadian, kata Gultom, pengemudi truk menggunakan perseneling gigi tiga dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, saat jalan menikung, mobil tersbeut langsung oleng ke sebelah kanan.

"Pengemudi mencoba menguasai kemudi namun karena volume muatan kendaraan berat sehingga kendaraan meluncur hilang kendali dan menabrak tebing," jelasnya.

Foto : Kecelakaan maut terjadi di kawasan Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Rabu (13/4/2022) dini hari. Kecelakaan ini melibatkan sebuah truk yang membawa 29 penumpang. Foto proses identifikasi korban oleh SAR Manokwari dan Polres manokwari. (Tribun-Papua.com/Kompas.com)

18 Jenazah dipulangkan ke NTT

18 Korban kecelakaan di Manokwari, Papua Barat asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dipulangkan hari ini menggunakan pesawat charteran yang disiapkan perusahaan tambang Toko Tengah Manokwari, tempat para pekerja selama ini bekerja.

Ketua Kerukunan Flobamora, Clinton Tallo, dihubungi dari Kupang, Kamis 14 April 2022 malam, mengaku semua jenasah dan pendamping berangkat dari Papua, sekitar pukul 10.45 WIT menuju bandara El tari Kupang, NTT dan diperkirakan tiba pada pukul 13.00 Wita.

Clinton mengaku, pesawat charter itu dengan nomor Flight route MKW KOE dengan nomor penerbangan, JT 5881 rute Manokwari (MKW) tujuan Kupang (KOE) dan perkiraan penerbangan dari Papua, pukul 10.45 WIT. Terdapat 18 jenasah dan 3 orang pendamping.

Saat ini, pesawat yang membawa jenazah korban kecelakaan itu, sedang dalam perjalanan ke Kupang. Direncanakan, jenasah akan langsung dibawa ke kampung halamannya masing.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nai Soi menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk pemulangan jenazah korban lakalantas tersebut.

Disebutkan untuk pemerintah provinsi, kata Josef, akan membantu memfasilitasi pemulangan jenazah ketika tiba di bandara.

"Besok saya jemput sendiri di Bandara dan transportasi kami sudah urus untuk kirim ke kampung halaman masing-masing," sebutnya, ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu 13 April 2022 sore.

Sejumlah persiapan pun telah dilakukan. Belasan mobil ambulans telah berada di bagian kargo bandara El tari Kupang sejak pagi tadi. Diketahui, ada 16 Jenasah dari Kabupaten Belu, 1 dari Kabupaten Kupang dan 1 dari Kabupaten Sikka.

Sebagian elah tayang di Pos-Kupang.com

Sebagian telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved