Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cuaca Ekstrem

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Selasa 12 April 2022, Berikut Daftar Daerah Berpotensi Patut Waspada

Cek info peringatan dini cuaca ekstrem hari ini Selasa 12 April 2022.Berikut daftar daerah-daerah yang berpotensi. Waspada hujan lebat dan angin.

Pixabay
Info prakiraan cuaca BMKG hari ini Selasa 12 April 2022. Peringatan dini cuaca ekstrem hari ini. lustrasi cuaca ekstrem 

- Sulawesi Selatan

Prakiraan Cuaca

Pembaruan informasi ini disampaikan pada Senin (11/4/2022) oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG.

Penjelasan Lengkap BMKG Terkait Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Selasa (12/4/2022) hari ini.

Terdapat beberapa daerah yang mendapatkan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.

Melalui laman resminya, BMKG memprediksi 23 wilayah berpotensi hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Sementara 3 wilayah diprediksi berpotensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

BMKG menginformasikan, terdapat Siklon Tropis Malakas terpantau berada di Laut Filipina dengan kecepatan angin maksimum 50 knot dan tekanan udara minimum 990 mb.

Pergerakan sistem ini cenderung ke arah barat barat laut dan diprakirakan intensitasnya menguat untuk periode 24 jam ke depan.

Sistem ini menginduksi peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 kt (low level jet) dari Filipina bagian selatan hingga Samudra Pasifik utara Papua.

Siklon Tropis Megi terpantau berada di daratan Leyte utara, Filipina dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara minimum 1000 mb.

Diperkirakan intensitas Siklon Tropis MEGI presisten dan almost stationary.

Kondisi ini mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis dan di sepanjang daerah low level jet tersebut.

Sirkulasi Siklonik terpantau di sekitar Thailand yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Aceh hingga Selat Malaka, dari Sumatera Barat hinggaa Sumatera Utara.

Daerah Konvergensi lainnya terpantau memanjang dari pesisir barat Sumatera Barat hingga Riau, dari Sumatera Selatan hingga Jambi, dari perairan Selatan Jawa Barat hingga Banten, di Kalimantan bagian utara, di Papua Barat dan Papua.

Kondisi ini mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. (*)

Telah tayang di:

Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved