Breaking News
Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Hujan Lebat dan Angin Kencang, Info BMKG Selasa 12 April 2022

Update info BMKG, prakiraan cuaca di Indonesia. BMKG telah keluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berlaku 2 hari.

Tayang:
Pixabay
lustrasi cuaca ekstrem 

- Sulawesi Barat

- Maluku Utara

- Maluku

- Papua Barat

- Papua

Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah:

- Jawa Barat

- Nusa Tenggara Barat

- Nusa Tenggara Timur

- Kalimantan Selatan

- Sulawesi Tengah

Wilayah yang berpotensi angin kencang:

- Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG

Diperkirakan, sejumlah wilayah di Indonesia akan diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga disertai angin kencang dan kilat/petir.

Sesuai informasi pada laman web.meteo.bmkg.go.id, Deputi Bidang Meteorologi, Senin (11/3/2022), menyampaikan adanya Siklon Tropis Malakas terpantau berada di Laut Filipina dengan kecepatan angin maksimum 50 knot dan tekanan udara minimum 990 mb.

Pergerakan sistem ini cenderung ke arah barat barat laut dan diprakirakan intensitasnya menguat untuk periode 24 jam ke depan.

Sistem ini menginduksi peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 kt (low level jet) dari
Filipina bagian selatan hingga Samudra Pasifik utara Papua.

Sementara itu, Siklon Tropis Megi terpantau berada di daratan Leyte utara, Filipina dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara minimum 1000 mb.

Diperkirakan intensitas Siklon Tropis MEGI presisten dan almost stationary. Kondisi ini mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis dan di sepanjang daerah low level jet tersebut.

Kemudian, Sirkulasi Siklonik terpantau di sekitar Thailand yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Aceh hingga Selat Malaka, dari Sumatera Barat hinggaa Sumatera Utara.

Daerah Konvergensi lainnya terpantau memanjang dari pesisir barat Sumatera Barat hingga Riau, dari Sumatera Selatan hingga Jambi, dari perairan Selatan Jawa Barat hingga Banten, di Kalimantan bagian utara, di Papua Barat dan Papua.

Kondisi ini mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.n Timur, dari Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tengah, di Laut Sulawesi, di Laut Banda, di Laut Arafuru, dan dari Papua hingga Papua Barat.

Kondisi tersebut juga mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi. (*)

Telah tayang di:

Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved