Bapontar Sangihe

Melihat Pembuatan Furniture dari Bambu Batik di Kepulauan Sangihe

Pemesan kebanyakan asal Kota Manado dan Tahuna, ibu kota Kepulauan Sangihe.

Jumadi Mappanganro
Samsu membuat furniture berbahan bambu batik di UPT Bambu Batik, Sabtu 26 Maret 2022. Lokasinya di Kampung Bowongkulu 1, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. 

HARI sudah sore saat kami tiba di Unit Pelaksana Teknis atau UPT Bambu Batik.

Lokasinya di Kampung Bowongkulu 1, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

UPT ini berupa bangunan permanen berlantai dua. Milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Di teras gedung ini, sejumlah pria dewasa sedang membuat furniture dari bambu batik.

Disebut bambu batik karena memiliki motif unik khas Sangihe. Bambu batik ini banyak tumbuh di Tabukan, Kepulauan Sangihe.

Kursi dan meja buatan perajin di UPT Bambu Batik, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut, Sabtu 26 Maret 2022
Kursi dan meja buatan perajin di UPT Bambu Batik, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut, Sabtu 26 Maret 2022 (Jumadi Mappanganro)

Seorang di antara mereka adalah Samsi (56 tahun). Ia sudah bekerja sebagai perajin bambu sejak tahun 1980-an.

“Perajin di sini turun-temurun. Saya dulu belajar dari bapak sejak tahun 80-an,” tuturnya saat kami menemuinya di UPT Bambu Batik, Sabtu 26 Maret 2022.

Yang dibuatnya aneka macam. Mulai aneka kursi, meja, tempat tidur, rak sudut, rak tv, boks anak, mimbar, tirai, gelas hingga macam-macam miniatur.

“Yang paling banyak di pesan ini adalah kursi, tirai hingga tempat tidur,” tambahnya sembari menggergaji bambu.

Pemesan kebanyakan asal Kota Manado dan Tahuna, ibu kota Sangihe.

Harga kerajinan bambu batik buatannya bervariasi. Tergantung jenis dan ukuran.

Aneka miniatur dari bambu batik di UPT Bambu Batik, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut, Sabtu 26 Maret 2022
Aneka miniatur dari bambu batik di UPT Bambu Batik, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut, Sabtu 26 Maret 2022 (Jumadi Mappanganro)

Misal kursi makan mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 3,5 juta per biji. Tirai Rp 1,5 juta. Rak tivi Rp 400 ribu. Sedangkan gelas bambu Rp 400 ribu untuk satu lusin.

Pemasaran produk ini dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes Sangkanaung.

Menurut Samsi, untuk menyelesaikan pesanan satu set kursi dan meja dari bambu batik, biasanya membutuhkan waktu paling cepat sepekan.

Untuk satu set kursi membutuhkan sekitar 10 batang bambu yang umumnya dibeli dari warga kampung.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved