Digital Activity
Sejarah Dominasi Kristen di Minahasa dan Upaya Hidupkan Lagi Agama Tua
"Salam bakudapa," demikian diungkapkan Denny Pinontoan Dosen Program Studi Sosiologi Agama ini kala menyapa tribuners.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - DR Denny Pinontoan, Sejarawan Minahasa yang juga Dosen Institut Agama Kristen Negeri Manado kembali hadir sebagai tamu podcast Tribun Manado.
"Salam bakudapa," demikian diungkapkan Denny Pinontoan Dosen Program Studi Sosiologi Agama ini kala menyapa tribuners dari Studio Podcast Tribun Manado di Jalan AA Maramis, Kairagi, Kamis (7/4/2022).
Sosok Denny Pinontoan merupakan Penulis Buku Walian dan Tuan Pandita.
Kesempatam ini pun mengulas isi bukunya tentang perjumpaan Agama Kristen dan Agama Tua Minahasa di Abad 19
Semuanya disajikan dalam format wawancara tanya jawab bersama host Jurnalis Tribun Manado Aswin Lumintang. Berikut ulasannya:
Apa sebenarnya agama orang Minahasa mula-mula?
Konsep agama ini kadang orang hanya menunjuk 6 agama.
Padahal semua yang mempraktikkan satu kepercayaan, di dalamnya ada ritual, menyadari adanya Maha Muasa mengatasi segalanya dalam banyak mitologi Ialah asal kehidupan, dan itu dipercaya oleh sekelompok orang komunitas itulah agama sebenarnya.
Jadi manusia, ada komunitas, ada praktek ritual, dan sistem kepercayaan, ada sosok disembah. Macam-macam namanya.
Kita bicara kekristenan itu Katolik atau Protestan. Kalau protestan macam-macam denominasi.
Perjumpaan orang Minahasa dan kekristenan dalam hal ini Katolik sudah mulai dari tahun 1560.
Seorang pelaut Ferdinand Magellan itu sudah membuka jalur kemudian datang armada kapal Portugis-Spanyol yang juga membawa Pastor.
Ada yang cukup dikenal tahun 1563 datang Pastor Diego DeMagelhais.
Di masa itu Belanda adalah jajahan Spanyol. Mengantar kita kedua bangsa ini akan bertemu membawa agama masing-masing.
Kalau kita katakan Katolik datang 1563, maka saat itu orang Minahasa berjumpa dengan kekristenan.