Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2022

Kisah Kapolda Sulut Mengenal Puasa, Pernah Berdusta Sakit Perut karena Ingin Makan

"Saya pernah pura-pura bilang perut sakit karena ingin makan, tapi orang tua justru kuatkan untuk jangan menyerah," jelasnya.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rizali Posumah
Istimewa.
Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Mulyatno. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Mulyatno menceritakan bagaimana dirinya mengenal arti puasa di bulan suci ramadan.

Sewaktu masih kecil, dia tinggal di kampung, mengenal ibadah puasa itu di usia 8 Tahun. 

"Kelas 2 SD sampai kelas 3 SD berlari-lari di samping masjid kemudian ikut sholat.

Walaupun sholatnya belum khusyu tapi kita sudah mulai mengenal tentang ibadah puasa," jelasnya Rabu (6/3/2022). 

Menurutnya orang tuanya sudah mengajarkannya berpuasa sejak dari kecil. 

Kadang awalnya dan sering tidak jujur dan mengeluh saat jam 4 sore. 

"Saya pernah pura-pura bilang perut sakit karena ingin makan, tapi orang tua justru kuatkan untuk jangan menyerah," jelasnya. 

Bagi kapolda, godaan di tengah puasa adalah berkah dari Allah SWT

"Semakin, kita bisa melewati godaan pahala semakin besar, dan itulah salah satu pembentukan karakter dalam hidup kita semakin kuat secara personal dan publik," jelasnya.

Saat berpuasa, biasanya Kapolda merasakan mengantuk di jam 1 siang, tetapi sekitar pukul 3 sore dan pukul 4 sore dia menantanganya dengan berolaharga ringan sambil menunggu  berbuka puasa. 

Menjalani kesibukannya sebagai seorang Kapolda, dia tak pernah lupa membagi waktu dengan keluarga. 

"Bagi anak-anak yang berpuasa kita berikan reward, sekarang titik beratnya bagaimana menyenangkan hati anak di mana tiba hari raya lebaran, mereka merasakan kemenangan, sehingga orang tua cenderung mengikuti keinginan keluarga,"jelasnya. 

Untuk berkumpul bersama keluarga saat bulan Ramadan bisa dirinya bisa meredamnya. 

"Perasaan itu bisa kita redam, karena kan kami pada saat itu, frequensi tugasnya sangat berat, sehingga kita harus tetap berada di Wilayah, namun itu bisa kita ganti waktu saat setelah lebaran," jelasnya. (Ren)

Mantan Sekjen FPI Munarman Divonis 3 Tahun atas Kasus Terorisme

Cerita Nelayan Bahu yang Bertahun-tahun Merindukan Tambatan Perahu

Brigjen TNI Mukhlis dan Okti Nuzufa Mukhlis Peduli Anggota, Selalu Ingin Tahu Kesulitan Prajurit

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved