BLT Minyak Goreng
Kabar Gembira Ada BLT Minyak Goreng Rp 300 Ribu, Cek Daftar Penerima Bantuan di Sini
Presiden Jokowi menyampaikan BLT minyak goreng diberikan kepada 20,5 juta keluarga yang masuk dalam daftar penerima (BPNT) dan Program Keluarga Harapa
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabar gembira buat warga di Indonesia.
Pemerintah bakal memberikan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng Rp 300 ribu.
Dalam video yang diunggah di akun media sosial resmi, Presiden Jokowi menyampaikan BLT minyak goreng diberikan kepada 20,5 juta keluarga yang masuk dalam daftar penerima (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta 2,5 juta PKL yang berjualan makanan gorengan.
Jadi, bantuan minyak goreng ini tak menyasar semua kalangan.
Perlu diketahui, PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.
Silakan cek di laman cekbansos.kemensos.go.id.
Sementara itu, BPNT adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan/e-warong yang bekerja sama dengan bank.
Sejauh ini, dua program tersebut diselenggarakan di bawah tanggung jawab Kementerian Sosial (Kemensos).
Karena itu, Jokowi juga meminta kepada sejumlah kementerian/lembaga, termasuk Kemensos, dan TNI/Polri untuk segera berkoordinasi terkait penyaluran BLT minyak goreng ini.
Bantuan akan dibayarkan di muka untuk 3 bulan sekaligus.
Setiap bulan, warga menerima Rp 100 ribu, sehingga pada bulan ini akan diterima sebanyak Rp 300 ribu sekaligus.
"Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
"Kita tahu harga minyak goreng naik cukup tinggi sebagai dampak lonjakan harga minyak sawit di pasar internasional."
"Untuk meringankan beban masyarakat, pemerintah akan memberikan BLT minyak goreng."
"Bantuan itu akan dberikan kepada 20,5 juta keluarga yang masuk dalam daftar penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta 2,5 juta PKL yang berjualan makanan gorengan."