Berita Minahasa
Soal Kelangkaan Migor, Ketua Fraksi Golkar DPRD Minahasa Minta Disperindag Awasi Permainan Harga
Kelangkaan Minyak Goreng (Migor) masih terjadi disejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut.
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kelangkaan Minyak Goreng (Migor) masih terjadi disejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut.
Dari pantauan Tribunmanado.co.id, harga minyak goreng kemasan refil di Pasar Rakyat Tondano dipatok Rp 18 ribu per liter, sedangkan harga minyak goreng curah mencapai Rp 24-26 ribu per liter.
Kendati begitu, ketersediaan minyak goreng curah masih langka di Pasar Tondano.
Hal ini dikhawatirkan berpotensi terjadinya penimbunan maupun permainan harga dari para oknum yang tidak bertanggungjawab.
Padahal, untuk mengatasi masalah kelangkaan minyak goreng yang terjadi, Pemerintah Pusat telah mencabut ketentuan mengenai HET yang sebelumnya berlaku.
Dengan memperhatikan perkembangan situasi, Pemerintah memutuskan untuk memberikan Subsidi harga minyak goreng curah, sehingga masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga Rp 14.000 per liter.
Hal ini ikut menjadi perhatian Ketua Fraksi Golkar DPRD Minahasa Imanuel Manus SH.
Kepada Tribunmanado.co.id, dirinya mengatakan masalah harga Minyak Goreng di Kabupaten Minahasa harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Minahasa
"Kan pemerintah pusat telah mengeluarkan aturan terkait harga minyak goreng itu diangka Rp 14 ribu per liter, jika dicek dilapangan justru tidak seperti itu, ini kan ada indikasi penimbunan, apalagi ini sudah menjadi isu global, dan banyak masyarakat belum mengetahui hal ini," kata Manus kepada Tribunmanado.co.id, Jumat (1/4/2022).
Walaupun, lanjutnya, soal masalah kelangkaan Minyak Goreng di Kabupaten Minahasa tidak separah daerah lain, dan masih bisa terpenuhi.
"Kita di Minahasa masih terpenuhi, masalahnya adalah adanya indikasi permainan harga minyak goreng di pasar oleh oknum-oknum tertentu," tegas Manus.
Untuk itu, Politisi Senior Golkar Minahasa ini meminta Pemerintah dalam hal ini Dinas Perdagangan maupun Instansi terkait yang membawahi pasar, untuk terjun langsung dilapangan, mengecek langsung harga-harga minyak goreng dipasar.
"Harus lebih proaktif untuk memantau harga bahan-bahan pokok, khususnya Minyak Goreng ini, sebab bukan kelangkaan atau ketersediaan dari minyak, tetapi harga dari minyak itu yang harus diawasi," sebut Manus.
Selain itu, ini juga menjadi hal penting bagi kami untuk membantu mensosialisasikan kepada masyarakat Minahasa.
"Karena kami juga representasi dari masyarakat maka kami juga harus mengedukasi masyarakat terkait hal-hal seperti ini," tandas anggota Komisi III DPRD Minahasa ini. (Mjr)
Baca juga: Ultimatum KSAD Jend Dudung: Pangdam Cendrawasih Kejar Pelaku Pembantaian Sertu Eka hingga Ditemukan
Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 05.00 WIB, Satu Orang Tewas, Pasutri Masuk Jurang Usai Disenggol Pemotor Lain
Baca juga: Sosok Nita Gunawan Artis Cantik yang Diisukan Jadi Selingkuhan Raffi Ahmad, Video Sudah Tersebar