Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Papua

Ketua KNPB Bazoka Logo Ditangkap setelah Serang Polisi, Pertemuan Terselubung ULMWP Terbongkar

Ketua KNPB Bazoka Logo ditangkap setelah menghajar oknum polisi. Pertemuan terselubung ULMWP terbongkar.

Editor: Frandi Piring
Tribun Papua/Hendrik
Ketua KNPB Bazoka Logo Ditangkap setelah Serang Polisi, Pertemuan Terselubung Digelar ULMWP. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pimpinan Komite Nasional Papua Barat ( KNPB ) Bazoka Logo ditangkap pihak Kepolisian setelah melakukan penyerangan terhadap anggota polisi.

Tak hanya Bazoka Logo, Polres Jayapura Kota juga menangkap Ketua Dewan atau West Papua Chairman of the West Papua Council, Buchtar Tabuni di Kota Jayapura pada Kamis (24/3/2022) pagi.

Keduanya ditangkap bersama lima orang lainnya. Lima orang itu; Kibo Telenggen, Jekson Wakerkwa, Yohanis Wandikbo, Lawe Wandikbo dan Gilbert Kogoya.

Buchtar cs ditangkap dari sebuah rumah di kawasan Kamp Wolker, arah menuju Buper Waena, Distrik Heram.

Diketahui, Buchtar Tabuni menjabat sebagai Ketua Dewan West Papua dari pemerintahan sementara United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav Robby Urbinas mengatakan, penangkapan tersebut terkait pengeroyokan terhadap anggota polisi yang bertugas menyelidiki dugaan pertemuan terkait agenda ULMWP.

"Kami laksanakan patroli rutin. Namun, setibanya di Perumnas 3 Waena kami mendapatkan informasi bahwa adaya pertemuan terselubung yang digelar ULMWP.

Sehingga anggota kami lakukan pengecekan," ujarnya kepada wartawan termasuk Tribun-Papua.com, di markasnya, Kamis sore.

"Saat anggota kami yang berpakaian preman dan juga berdinas, lalu menyapa tapi justru dikeroyok hingga diambillah tindakan tegas sebagai pembelaan diri,” lanjut Gustav.

Proses pemeriksaan terhadap ketujuh orang tersebut masih berlangsung.

Gustav saat diwawancarai, mengatakan pengeroyokan anggotanya oleh kelompok tersebut terjadi secara tiba-tiba.

Bakupukul terjadi sesaat ketegangan dalam dialog, hingga menyebabkan dua anggota polisi terluka.

Pantauan Tribun-Papua.com, Buchtar Tabuni dan Bazoka Logao mengenakan kaos singlet dan celana pendek saat digiring polisi.

Kapolresta mengatakan, kedua pentolan organisasi yang bertentangan dengan pemerintah selama ini juga mengalami luka ringan.

Meski begitu, Gustav menyebut pihaknya bersikap sopan saat berdialog, menanyakan maksud agenda yang dilakukan Buchtar dan rekan lainnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved