Sains
Misteri Keberadaan Planet ke-9 setelah Pluto hingga Benua Australia Bergeser Mendekati Indonesia
Menilik Keberadaan Planet ke-9 setelah Pluto hingga Benua Australia Bergeser Mendekati Indonesia. Benarkah?
atau 10 tahun setelah Pluto diturunkan posisinya dari planet kesembilan Tata Surya menjadi planet kerdil belaka.
Astronom pun memperhatikan ada enam objek berbatu di luar orbit Neptunus mengelompok dengan cara
yang aneh dengan titik terjauh dalam orbitnya terletak lebih jauh dari Matahari daripada titik terdekat orbitnya.
Tim kemudian menghitung bahwa tarikan gravitasi dari sebuah planet tak terlihat yang berukuran 5
hingga 10 ukuran Bumi dapat menjelaskan eksentrisitas dalam orbit batuan tersebut.
Sayangnya, banyak tim yang mencoba dan gagal mendeteksi planet itu.
Rintangan terbesar dalam perburuan Planet Sembilan adalah jarak yang sangat jauh.
Pluto sendiri mengorbit antara 30 dan 50 AU dari Matahari, sementara Planet Sembilan diperkirakan bisa berada di antara 400 dan 800 AU.
Jarak tersebut sangat jauh bahkan sinar Matahari mungkin tak mencapai planet itu sama sekali.
Peneliti pun beralih untuk mendeteksi keberadaan Planet Sembilan dengan bantuan teleskop ACT yang dapat mencari keberadaan Planet Sembilan melalui panjang gelombang milimeter.
Meski survei ini gagal menemukan bukti kuat Planet Sembilan, peneliti optimis jika fasilitas teleskop yang baru seperti Observatorium Simons yang saat ini sedang dibangun di Gurun Atacama Chili akan melanjutkan pencarian yang memungkinkan dapat mempersempit di mana planet bersembunyi.
Benua Australia bergerak mendekati Indonesia?
Para ahli geologi membenarkan terkait benua Australia disebut bergerak dan terus bergeser mendekati Indonesia.
Sebelumnya, isu ini menjadi perhatian di media sosial Tiktok beberapa waktu lalu.
Benua Australia disebut juga terus bergerak mendekati Indonesia karena pergeseran lempeng.