Utang Negara

Dijuluki Menteri Tukang Utang, Sri Mulyani: Ini untuk Menyelamatkan Masyarakat

Seperti yang diketahui Menteri Keuangan selalu menjadi sorotan terkait utang negara.

Editor: Glendi Manengal
(BPMI Setpres)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui Menteri Keuangan selalu menjadi sorotan terkait utang negara.

Bahkan Sri Mulyani Indrawati disebut sebagai menteri tukang utang.

Namun terkait hal tersebut begini penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Baca juga: Teriak Minta Tolong, Karyawati Iska Embuskan Napas Terakhir di Tengah Jalan, Warga Takut Menolong

Baca juga: BREAKING NEWS, Penemuan Mayat di Desa Parangen Rainis Talaud, Diduga Karena Putus Cinta

Baca juga: Foto Prewedding Viral, Lokasi SPBU Pertamina, Postingan di TikTok Dikomentari Erick Thohir dan Ahok

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kerap disorot karena berbagai kebijakannya.

Salah satunya, Menkeu Sri Mulyani dijuluki sebagai menteri yang suka mengutang.

Yakni dengan menerbitkan instrumen surat utang negara, utamanya saat pandemi Covid-19.

Namun bendahara negara ini mengungkapkan, penerbitan utang dilakukan untuk masyarakat. Utang digunakan untuk memberikan bantuan sosial dan meningkatkan fasilitas kesehatan saat pandemi Covid-19, ketika penerimaan negara menurun drastis karena tidak ada bisnis yang bergerak.

Pendapatan negara yang anjlok itu kemudian dikompensasi dengan kenaikan utang.

"Walaupun kita defisit, kita masih bisa berutang tapi ini untuk menyelamatkan masyarakat, ekonomi, dan sosial. Maka walau instrumen APBN mengalami ancaman, dia harus hadir untuk bisa menyetop ancaman ini kalau tidak dominan akan ambruk semua," kata Sri Mulyani dalam CNBC Economic Outlook, Selasa (22/3/2022).

Wanita yang akrab disapa Ani ini menjelaskan, utang menjadi salah satu pilihan ketika negara dihadapkan pada kondisi tidak ideal.

Kala itu, beban APBN terlalu berat sementara rakyat diliputi ancaman kesehatan, ancaman PHK, ancaman sosial dan ekonomi. Sektor keuangan pun membutuhkan dukungan agar tidak mengalami krisis berkepanjangan.

Dengan berutang, pemerintah memiliki dana untuk memperbanyak fasilitas kesehatan, membangun pusat isolasi terpusat, memenuhi kebutuhan alat-alat kesehatan yang dibutuhkan nakes, dan mengimpor vaksin Covid-19.

"Kita menggunakan space itu untuk tujuan tadi. Yang diancam siapa dalam shock (pandemi) ini? Rakyat dulu. Makanya kita gunakan (utang tersebut) untuk kesehatan. Itu (anggaran kesehatan) naik luar biasa tinggi dari 2020 ke 2021," ucap Ani.

Selain memfasilitasi bidang kesehatan, utang juga digunakan untuk menambah bantuan sosial kepada masyarakat miskin dan rentan miskin, di luar bantuan sosial primer.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved