Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ibadah Haji 2022

Menteri Agama: Antrean Jemaah Indonesia Capai 40 Tahun, Malaysia 141 Tahun

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bertemu dengan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Hal Ehwal Ugama Malaysia Datuk H Idris bin H Ahmad.

Tayang:
Editor: Aswin_Lumintang
istimewa
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan kemungkinan Indonesia belum bisa mendapatkan kuota haji secara normal pada tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Yaqut setelah bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jeddah, Arab Saudi pada Minggu (20/3/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bertemu dengan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Hal Ehwal Ugama Malaysia Datuk H Idris bin H Ahmad.

Keduanya bertemu saat melakukan kunjungan kerja di Arab Saudi.

Kedua pihak sepakat untuk membangun sinergi dalam peningkatan pelayanan haji.

Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 02.00 WIB, 3 Orang Tewas, Ternyata Dosen Undip Bersama Istri dan Anak

Baca juga: Pelajar SMP Katolik Barto Kabaruan Terima Materi Wawasan Kebangsaan dan PBB dari Babinsa Koramil

"Hari ini saya bertemu Menteri di Jabatan Perdana Menteri Hal Ehwal Ugama Malaysia Datuk Haji Idris Bin Haji Ahmad. Kami sharing pengalaman penyelenggaraan haji sekaligus membangun kolaborasi dalam peningkatan kualitas pelayanan jemaah," ujar Yaqut yang dikutip dari laman Kemenag, Senin (21/3/2022).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membicarakan dari biaya haji, daftar tunggu jemaah, masalah kuota haji, hingga umrah di masa pandemi. 

Secara umum, kata Yaqut, kedua negara serumpun ini memiliki tantangan yang sama.

Yaqut mengungkapkan Malaysia memiliki masa tunggu haji lebih lama dibanding Indonesia. 

"Malaysia yang setiap tahun di masa sebelum pandemi memberangkatkan 30.000 jemaah haji ke tanah suci, sekarang menghadapi antrian jamaah mencapai 141 tahun," tutur Yaqut.

"Sementara Indonesia, dengan keberangkatan 210.000 jemaah sebelum pandemi, antriannya mencapai 40 tahun," tambah Yaqut.

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Ibu yang Bantai 3 Anaknya, Saksi Beber Sesuatu yang Bikin Dirinya Juga Kaget

 Fakta ini, menurut Menag, merupakan tantangan yang perlu dicarikan solusi, meski tidak mudah.

Untuk itu, perlu upaya untuk bisa mencari solusi bersama.

"Tadi kami bersepakat untuk bersama-sama mencari solusi terbaik agar jamaah haji bisa terlayani dengan baik. Biidznillah," pungkas Yaqut.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved