Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tersambar Petir

Kakak Beradik Tersambar Petir saat Bantu Ibunya di Sawah, Satu Meninggal di Tempat

Namun musibah terjadi dimana saat membantu Ibu mereka kakak beradik tersebut terkena sambaran petir.

Editor: Glendi Manengal
IST
Ilustrasi Korban tersambar petir 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tragis kakak beradik yang berniat membantu Ibu mereka di sawah.

Namun musibah terjadi dimana saat membantu Ibu mereka kakak beradik tersebut terkena sambaran petir.

Akibat tersambar petir salah satunya tewas di tempat.

Baca juga: Potret Betrand Peto Cium Mesra Tangan Sarwendah Isyaratkan Sesuatu, Anakku, Kesayanganku, Cintaku

Baca juga: Potret Bayi Kembar Siam Joana dan Jofelin, Anak Anggota TNI yang Kini Dapat Kejutan dari Danrem

Baca juga: Femela Untu, Perempuan Asal Mitra Ini Berharap Harga Kopra Tetap Stabil

Foto : Ilustrasi tersambar Petir. (Tribunjabar)

Kejadian nahas menimpa kakak beradik di Kabupaten Pamekasan, Madura.

Mereka tersambar petir saat berada di area persawahan.

Akibat kejadian ini, kakak meninggal dunia dan sang adik harus menjalani perawatan medis.

Koordinator Operator Pamekasan Call Care (PCC), Amir Chamdani membenarkan kejadian ini.

Ia mengatakan, kejadian itu tepatnya berada di Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (19/3/2022) pukul 16.00 WIB.

Dua pria itu adalah Hoiru Soleh (25) warga Dusun Jalbudan, Desa Tambak, Kecamatan Omben, Sampang dan Khoirul Aini (22) warga Dusun Berruk, Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, Pamekasan.

Satu pemuda meninggal dalam kejadian ini yaitu atas nama Hoiru Soleh.

Sementara Khoirul Aini selamat

Kejadian ini bermula adik korban ingin menjemput Ibunya yang sedang panen padi di sawahnya.

Karena hujan, sang Kakak membantu menggotong padi hasil panen raya itu.

Foto : Ilustrasi korban tewas tersambar petir. (Tribun Timur)

Seketika petir menyambar tubuh sang kakak dan langsung meninggal di area persawahan.

"Adik korban setelah diperiksa oleh TIM PCC dianjurkan dan mau dibawa ke RS untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Amir Chamdani kepada TribunMadura.com, Minggu (20/3/2022).

Menurut Amir, saat adik korban hendak dirawat ke rumah sakit, pihak keluarga menolak meski dengan beberapa rayuan.

Akhirnya tim PCC berkoordinasi dengan Dokter Puskesmas Panaguan untuk mendapatkan terapi pengobatan terhadap adik korban.

"Alhamdulillah obat diambilkan di Puskesmas Panaguan oleh tim PCC," tutupnya.

Sumber TribunMadura.com

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved