Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Penganiayaan

Ngaku Dapat Bisikan Gaib, Seorang Ibu Aniaya Anaknya Sendiri, 1 Tewas dan 2 Kritis

Kasus penganiyaan hingga berujung kematian. Diketahui tiga anak di bawah umur jadi korban penganiyaan.

Editor: Glendi Manengal
Tribun Jambi
Ilustrasi penganiayaan anak di bawah umur 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus penganiyaan hingga berujung kematian.

Diketahui tiga anak di bawah umur jadi korban penganiyaan.

Bahkan yang mengejutkan ketiga anak tersebut dianiaya oleh orangtuanya sendiri.

Baca juga: Hasil Lengkap MotoGP Mandalika 2022: Miguel Oliveira Menangi Drama Wet Race, Quartararo Mengekor

Baca juga: Peringatan Dini Besok Senin 21 Maret 2022, BMKG: Daftar Kabupaten/Kota yang Alami Cuaca Ekstrem

Baca juga: Anggotanya Diduga Main Petasan dan Sebabkan Kebakaran, Kapolres Minut: Jika Salah Proses

Foto : Ilustrasi penganiayaan. (Kompas.com/ERICSSEN)

Seorang ibu tega menganiaya anaknya sendiri terjadi di Brebes, Jawa Tengah.

Dilaporkan yang menjadi pelakunya wanita 35 tahun berinisial KU.

Sementara korbannya berjumlah tiga orang, masing-masing berinisial KS (10), AR (7) ,dan EM (5).

AR meninggal dunia dan dua saudaranya mengalami kritis.

Berikut informasi lengkapnya dirangkum dari TribunBanyumas.com dan TribunJateng.com:

Kronologi kejadian

Kejadian pilu ini berlangsung pada Minggu (20/3/2022) pagi selepas salat subuh.

TKP-nya berada dalam rumah pelaku di Dukuh Sokawera, Desa/Kecamatan Tonjong, Brebes.

Pagi itu, tiba-tiba warga sekitar mendengar teriakan dari rumah pelaku.

Warga yang mendengar mendatangi rumah dan mencoba masuk.

Pintu rumah KU didobrak.

Warga lalu melihat langsung para korban.

Korban anak kedua AR meninggal dunia karena mengalami luka parah di bagian leher.

Sedangkan anak pertama yang perempuan, KS, mengalami luka pada bagian dada.

Sedangkan anak ketiga atau bungsu laki-laki EM mengalami luka pada bagian lehernya.

KS dan EM yang kritis kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Aminah Bumiayu untuk mendapat perawatan.

Kesaksian warga

Tetangga di lokasi kejadian bernama Iwan membagikan kesaksiannya.

Iwan menjelaskan, usai salat Subuh, ketika ua mengeluarkan sepeda motornya dari dalam rumah ia mendengar teriakan dan keributan dari dalam rumah KU.

Teriakan berasal dari suara Hamidah yang merupakan bibi dari dari KU.

Hamidah yang tinggal serumah dengan KU mendengar suara keributan dari dalam kamar yang ditempati pelaku dan ketiga anaknya.

Hamidah berupaya membuka pintu kamar tetapi terkunci dari dalam.

Kemudian ia berteriak minta tolong, lalu datang lah Iwan.

"Saya mendengar ada keributan dan anaknya menjerit. Saya dan warga lalu mendatangi rumah dan mendobrak pintu kamarnya," ujarnya.

Saat di dalam kamar, Iwan menolong satu anak yang mengalami luka pada bagian dada dan wajahnya terlebih dahulu.

Sementara dua anak lainnya terkapar di dalam kamar.

"Saya langsung membawa salah satu anaknya ke Puskesmas. Sementara ibunya saat itu lagi duduk dengan mengenakan mukenah," ungkapnya.

Foto : Ilustrasi. (istimewa)

Ketua RT ungkap sosok KU

Ketua RT desa setempat, Heru Prasetio mengatakan, pelaku dikenal dengan kepribadian yang pendiam.

Namun, belakangan sedang menganggur.

"Jujur warga sini sangat kaget, soalnya tidak ada tanda-tanda akan ada kejadian seperti ini. Dan dia (KU) juga dikenal sebagai orang yang pendiam," ujarnya.

Dijelaskan Heru, selama dirinya mengenal terduga pelaku, orangnya tidak ada yang mencurigakan.

Dan kebetulan, saat kejadian sang suami sedang bekerja di luar kota.

"Suaminya bekerja di luar kora, ini informasinya sedang dalam perjalanan pulang," jelasnya.

KU sendiri memiliki keahlian rias pengantin dan perawatan kecantikan tubuh panggilan.

Ia juga menerima panggilan jasa perawatan tubuh panggilan, menerima facial, lulur, dan sebagainya.

Sementara pihak kepolisian belum bisa berkomentar banyak terkait kejadian ini.

KU mengaku dapat bisikan gaib

Kasatreskrim Polres Brebes, AKP Syuaib Abdullah mengatakan, pihaknya sudah mengamankan pelaku.

Sementara anak pertama dan ketiga KU masih menjalani perawatan intensif.

"Kedua anak tersebut dirujuk ke RSUD Margono Purwokerto," ungkap AKP Syuaib.

Hingga kini polisi masih mendalami dan meminta keterangan KU.

Pihak Syuaib juga belum memastikan apakah pelaku mengalami depresi atau tidak.

Untuk sementara motif pelaku menganiaya anaknya karena mengaku mendapat bisikan gaib.

"Untuk pelaku apakah depresi atau tidak belum bisa kami pastikan karena masih dalam proses penyelidikan. Tapi sesuai pengakuan pelaku alasan dia melakukan aksi tersebut karena mendapat bisikan gaib," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved