Berita Bolsel

Polres Bolsel Limpahkan Kasus BLT Desa Tobayagan, Oknum Sekdes Ditahan Kejari Kotamobagu

Polres Bolsel akhirnya melimpah kasus pemalsuan berkas dalam penerimaan BLT di Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah

Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
IST/Polres Bolmong.
Tersangka kasus BLT yang dilimpahkan Polres Bolsel. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bolsel akhirnya melimpah kasus pemalsuan berkas dalam penerimaan BLT di Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng), Kabupaten Bolsel.

Oknum Sekretaris Desa (Sekdes) Tobayagan berinisial HB, resmi ditetapkan tersangka dan langsung ditahan dalam penyerahan berkas ke Kejari Kotamabagu.

Kasat Reskrim Polres Bolsel AKP Daud Lepong, kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (15/3/2022), membenarkan jika kasus ini sudah diserahkan ke Kejari.

"Iya benar, kita sudah serahkan ke Kejari Kotamobagu. Karena berkasnya sudah lengkap, jadi langsung kami limpahkan," ujarnya via telepon, Selasa (15/3/2022).

Ia mengaku jika penetapan tersangka sudah dilakukan sejak akhir tahun 2021.

Namun pihaknya masih melengkapi berkas dari kasus tersebut, sehingga baru bisa dilimpahkan ditahun 2022.

Perwira tiga balok ini mengatakan jika Polres Bolsel masih terus melakukan pengembangan dalam kasus ini.

"Kami masih terus melakukan pengembangan dalam kasus ini, tapi kami tetap memantau fakta sidang nantinya," tegas dia.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Kotamobagu Sunan Odang, ketika dihubungi membenarkan pelimpahan berkas ini.

Sunan Odang bahkan membeberkan jika pihaknya langsung menahan oknum Sekdes Tobayagan ini.

"Kami langsung tahan pasca berkasnya diterima dari Polres Bolsel," ujarnya.

Dirinya menambahkan jika dalam waktu dekat ini, pihak Kejari Kotamobagu akan langsung menyidangkan kasus ini.

"Berkasnya sedang kami urus, dan dalam waktu dekat ini akan disidangkan," tegas dia.

Sekedar diketahui, kasus pemalsuan berkas ini bermula ketika warga Desa Tobayagan, Kecamatan Pinteng, Kabupaten Bolsel, membuat laporan ke Polres Bolsel.

Mereka mengadu jika ada beberapa penerima BLT di Desa Tobayagan, sudah tak bisa menerima bantuan dari pemerintah.

Bahkan, nama mereka sudah diganti dengan warga lain.

Setelah dicek, ternyata oknum Sekdes Tobayagan sudah mengganti beberapa nama.

Padahal dalam aturannya, seorang perangkat desa tak bisa mengganti nama penerima BLT.

Berdasarkan laporan ini, Polresta Bolsel langsung menetapkan Sekdes tersebut sebagai tersangka. (Nie)

Baca juga: Bupati Yasti Mokoagow Serahkan Aset dan Dana Hibah ke Polres Bolmong

Baca juga: Akhirnya Terbongkar Tabiat Azriel Hermansyah, Aurel Singgung soal Hobi Bikin Drama

Baca juga: Terungkap Lokasi Pernikahan Steno Ricardo dan Susi Dilanda Bencana, Mawar AFI: Sama Kuenya Miring

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved