Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rusia vs Ukraina

Rudal Rusia Hantam Pangkalan Militer Ukraina di Lokasi Latihan NATO, 35 Orang Dilaporkan Tewas 

35 orang dilaporkan tewas setelah pangkalan militer Ukraina yang digunakan untuk latihan NATO menjadi sasaran serangan udara Rusia, Minggu (13/3/2022)

AFP
Rudal Rusia Hantam Pangkalan Militer Ukraina di Lokasi Latihan NATO, 35 Orang Dilaporkan Tewas  

Terpisah, Bogdan Galayda (22), seorang mahasiwa sejarah Ukraina bersiap untuk berjuang menghadapi tentara Rusia.

Dalam seminggu terakhir ini, dia telah membuat bom molotov yang dibuat dari botol dan bahan bakar untuk dia lemparkan ke tentara Rusia jika mereka menyerang kota tercintanya.

"Setiap hari kami membuat lebih dari seribu botol dan jika musuh datang ke kota saya, kami akan membuat lebih dari itu," katanya kepada dilansir dari Sky News, Minggu (13/3/2022).

Ia pun menunjukan ratusan bom molotov yang sudah dibuat dan disimpan di gudang senjata rahasianya di pusat Odesa.

Bogdan merupakan bagian dari kekuatan pertahanan yang siap melakukan perlawanan terhadap militer Rusia.

Banyak pria dan wanita biasa yang siap berjuang untuk mempertahankan kota mereka seperti Bogdan.

Kemudian, beberapa mil di sebuah pusat komunitas, para wanita sedang memotong-motong kain dan mengikatnya dengan tangan ke jaring.

Mereka membuat kamuflase agar pertahanan Odesa bisa disembunyikan.

Olha Poliuha, seorang guru bahasa Inggris berusia 22 tahun, telah menjadi sukarelawan bersama ibunya.

"Ini sangat penting dan kami bekerja sepanjang waktu untuk membuat lebih banyak. Kami tidak akan berhenti dan kami tidak akan menyerah," kata Poliuha.

Ia mengatakan Rusia telah mengancam kehidupan di wilayahnya cukup lama.

Sehingga mereka berpikir mempersiapkan hal tersebut sudah bertahun-tahun lamanya.

"Mereka telah mengancam cara hidup kita, bahasa kita, budaya kita. Sepertinya semuanya telah turun ke titik waktu ini. Ukraina tidak akan menyerah. Rusia tidak akan menang," ujarnya.

Odesa adalah kota terbesar ketiga di Ukraina dan secara strategis penting bagi Vladimir Putin.

Jika pasukan Vladimir Putin bisa mengambil Odesa, maka Rusia bisa memotong Ukraina dari laut.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved