Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hukum dan Kriminal

Pengakuan Keluarga Dokter Sunardi, Tak Percaya Terlibat Terorisme, Kini Minta Maaf Jika Ada Salah

Tindakan kekerasan yang dimaksud Endro adalah dua luka tembak yang dialami Sunardi. Juga fakta bahwa mobil yang dikemudikan Sunardi mengalami oleng

Editor: Finneke Wolajan
Kolase Twitter @DeeJee_007
Alasan tembak mati terduga teroris JI Dokter Sunardi 

Ketua IDI Sukoharjo dr Arif Budi Satria membenarkan bahwa terduga teroris Sunardi selama ini berprofesi sebagai dokter dan praktik di rumahnya di Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Jawa Tengah.

Ilustrasi Terduga Teroris Bernisial dr. S Meninggal Setelah Kontak Senjata dengan Densus 88 di Sukoharjo.
Ilustrasi Terduga Teroris Bernisial dr. S Meninggal Setelah Kontak Senjata dengan Densus 88 di Sukoharjo. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Sunardi ditangkap Densus 88 saat mengendarai mobil di Kecamatan Bendosari, Rabu (9/3/2022) malam.

"Betul, beliau dokter umum masih aktif," kata Arif, Jumat (11/3/2022).

"Beliau berpraktik untuk sosial, banyak yang digratiskan oleh beliau," lanjut Arif.

Meski membenarkan profesi Sunardi adalah dokter, Arif mengaku tak mengenal sosoknya secara personal. Dirinya mengatakan jarang bertemu dengan Sunardi yang juga anggota IDI Sukoharjo.

"Kami jarang ketemu, tetapi sebagai sesama anggota IDI tentu tahu, karena beliau kan kalau mengurus surat izin praktik ke kami," ujar Arif.

"Sebagai pengurus, administrasi dan lain-lain harus tahu, nomor anggota induknya berapa, habis surat izin praktik kapan. Kalau sebagai personal, tidak, kenal dekat tidak," tambah Arif.

Di sisi lain, Arif mengatakan prihatin karena dalam kasus ini profesi dokter terlalu disorot.

Menurutnya kegiatan seseorang tidak bisa disangkutpautkan atau dipandang dengan fokus kepada profesi.

Hanya saja, pihak IDI Sukoharjo turut berbelasungkawa karena salah satu rekan sejawatnya tewas.

Sosok Dokter Sunardi, Terduga Teroris yang Ditembak Mati Aparat, Anggota JI yang Misterius Tertutup
Sosok Dokter Sunardi, Terduga Teroris yang Ditembak Mati Aparat, Anggota JI yang Misterius Tertutup (Handout)

"Kami prihatin karena yang diblow up dokternya, padahal mengenai kegiatan perilaku masing-masing kan bukan berbasis profesi, tapi lebih ke pribadi. Jadi kami prihatin," jelas dia.

Dari beberapa kali konfirmasi kepada pihak kepolisian dan beberapa kali pula kepolisian menghubungi, Arif mengatakan hingga saat ini status Sunardi masih terduga teroris dan bukannya teroris.

Namun demikian, Arif enggan mengomentari lebih jauh terkait kasus yang menjerat Sunardi, karena merasa bukan ranahnya berkomentar.

"Ini masih terduga sebenarnya beliau, tapi dalam proses penegakannya terjadi tindakan keras yang sampai
menimbulkan kematian pada beliau. Ya kita tunggu saja proses hukumnya beliau," katanya.

"Tapi kami karena tidak mengenal secara personal dan tidak tahu kasusnya seperti apa ya tidak bisa berkomentar mengenai kasusnya, hanya bisa berharap ini selesai dengan baik," pungkasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved