Pembunuhan di Subang
Baru Terungkap Penyebab Danu Hilang Selama 2 Minggu, Begini Kelanjutan Kasus Pembunuhan di Subang
Danu adalah saksi lain yang kerap diperiksa polisi terkait tewasnya Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.
Bahkan, kasus yang menewaskan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) ini hampir memasuki bulan ke-7 ketika pertama kali bergulir pada 18 Agustus 2021 silam.
Hal ini pun membuat kepercayaan publik terhadap Polisi bisa menurun jika pelaku kasus Subang tak terungkap.
Hal itu dikatakan kriminolog Universitas Padjadjaran, Yesmil Anwar saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa 8 Maret 2022.
(Yono, ayah Danu mengaku perubahan besar anaknya setelah kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang. (youtube Yahya Mohammed)
Menurutnya, selain kasus perampasan nyawa Ibu dan anak di Subang, ada kasus lain yang belum berhasil diungkap Polisi dan pelakunya masih bebas berkeliaran.
"Tetapi, dari banyak yang belum terungkap, jauh lebih banyak yang sudah terungkap. Jadi, kami tidak bisa mengukur secara eksak (pasti) mengenai kepercayaan publik kepada polisi," katanya dikutip Tribun-Bali.com dari TribunJabar.id pada Rabu 9 maret 2022 dalam artikel berjudul PELAKU Kasus Subang Masih Misteri, Kepercayaan Publik Bisa Menurun jika Polisi Gagal Mengungkapnya.
Jika polisi tak kunjung menetapkan tersangka pada kasus perampasan nyawa di Subang, maka bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian akan menurun. Sebab, pengungkapan kasus ini dianggap utang yang harus dibayar.
"Tetapi, saya pikir karena ini PR, maka harus diselesaikan. Kalau tidak diselesaikan dan menumpuk, tentu saja akan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada polisi. Jadi, ini penting," ucapnya.
Dalam kasus ini, kata dia, jangan sampai polisi menganggap publik lupa dengan perkembangan kasus perampasan nyawa yang viral ini.
"Jangan sampai masyarakat diam, polisi juga diam. Jangan seperti itu, seperti duri dalam daging, utang yang harus dibayar," katanya.
Yesmil memaklumi jika polisi kesulitan mengungkap dalang dibalik perampasan nyawa keji terhadap Ibu dan anak tersebut.
Kasus perampasan nyawa seperti ini, kata dia, biasanya sudah direncanakan secara matang oleh pelaku, sehingga hampir tak menyisakan bukti di tempat kejadian perkara (TKP).
"Waktu perampasan nyawa ini perencanaannya cukup matang," katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com