Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rusia Vs Ukraina

Jenderal Rusia Andrei Sukhovetsky Tewas Ditembak Sniper Ukraina, Senior Pertama Gugur Pertempuran

Mayor Jenderal Andrey Sukhovetsky adalah wakil komandan Tentara Gabungan ke-41 Distrik Militer Pusat Rusia.

Editor: Shity Nurjanah
facebook
Mayor Jenderal Andrey Sukhovetsky tewas ditembak sniper Ukraina 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang jenderal senior Rusia, Mayor Jenderal Andrey Sukhovetsky tewas ditembak sniper Ukraina.

Mayor Jenderal Andrey Sukhovetsky adalah wakil komandan Tentara Gabungan ke-41 Distrik Militer Pusat Rusia.

Kematian Mayor Jenderal Andrey Sukhovetsky belum dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

Dalam sebuah pertempuran sengit, seorang jenderal Rusia dikabarkan tewas di tangan sniper Ukraina. Dia adalah Mayor Jenderal Rusia Andrei Sukhovetsky.

Tewasnya komandan Divisi Lintas Udara ke-7 Rusia, ini diberitakan oleh pejabat Ukraina dan media Rusia.

Meski demikian, kematian pria berusia 47 tahun itu tidak dijelaskan, media Pravda yang didukung Kremlin mengatakan dia terbunuh "selama operasi khusus di Ukraina."

Menurut kantor berita milik negara Rusia TASS, Presiden Rusia Vladimir Putin menunjuk wakil komandan Sukhovetsky dari Tentara Gabungan ke-41 Distrik Militer Pusat tahun lalu.

Andrei Sukhovetsky pernah bertugas di Suriah dan menerima dua pujian atas keberanian dari Kremlin.

“Faktanya adalah, kami membunuhnya,” Volodymyr Omelyan, mantan menteri infrastruktur Ukraina yang telah bergabung dengan milisi di Kyiv, mengatakan kepada Fox News Digital, Kamis.

AS tidak dapat segera mengkonfirmasi kematiannya, menurut seorang pejabat senior pertahanan.

Tetapi beberapa laporan mengutip sebuah posting di platform media sosial VKontakte Rusia yang dikaitkan dengan Sergei Chipilev, anggota kelompok perwira militer Rusia.

Mayor Jenderal Andrei Sukhovetsky (Alamy Stock Photo)

"Dengan rasa sakit yang luar biasa, kami mengetahui berita tragis kematian teman kami, Mayor Jenderal Andrey Sukhovetsky, di wilayah Ukraina selama operasi khusus," tulisnya, menurut terjemahan yang diterbitkan oleh outlet berbahasa Inggris Rusia, Pravda. .ru. “Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarganya.”

Kremlin menyatakan bahwa kehadiran militernya di Ukraina adalah "operasi khusus" dan bukan invasi atau perang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved