Rabu, 20 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Internasional

Pejabat AS dan Eropa Sebut China Tahu soal Rencana Rusia Menyerang Ukraina

Pejabat senior China telah mengatakan kepada Rusia pada awal Februari lalu untuk tidak menyerang Ukraina sebelum Olimpiade Musim Dingin di Beijing.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
AFP via BBC via Kompas.com
Tampak Presiden China Xi Jinping ketika berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat berkunjung ke Moskwa pada Rabu (05/06/2019). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pejabat AS dan Eropa menyebut China memiliki pengetahuan soal rencana Rusia menginvasi Ukraina. 

The New York Times melaporkan, pejabat AS dan Eropa mengacu kepada laporan intelijen.

Laporan intelijen tersebut menyebut, pejabat senior China telah mengatakan kepada Rusia pada awal Februari lalu untuk tidak menyerang Ukraina sebelum Olimpiade Musim Dingin di Beijing berakhir.

The New York Times menyebutkan, laporan intelijen menunjukkan pejabat senior China memiliki beberapa tingkat pengetahuan tentang rencana atau niat Rusia untuk menyerang Ukraina sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan operasi militer pekan lalu.

Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengonfirmasi kepada Reuters bahwa China telah mengajukan permintaan itu tetapi menolak untuk memberikan perincian.

Sumber tersebut menolak untuk diidentifikasi karena sensitivitas masalah ini.

"Klaim yang disebutkan dalam laporan yang relevan adalah spekulasi tanpa dasar, dan dimaksudkan untuk mengalihkan kesalahan dan menodai China," kata Liu Pengyu, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, kepada Reuters.

Departemen Luar Negeri AS, CIA dan, Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Setelah berminggu-minggu peringatan dari para pemimpin Barat, Rusia melancarkan invasi dari darat, laut, dan udara ke Ukraina dari Utara, Timur, serta Selatan pada 24 Februari lalu, hanya beberapa hari setelah Olimpiade Musim Dingin berakhir.

Putin dan Presiden China Xi Jinping bertemu di awal Olimpiade Musim Dingin pada 4 Februari dan mendeklarasikan peningkatan kemitraan "tanpa batas", di mana mereka berjanji untuk berkolaborasi lebih banyak melawan Barat.

The New York Times mengatakan, intelijen tentang pembicaraan antara pejabat China dan Rusia dikumpulkan oleh dinas intelijen Barat dan dianggap kredibel oleh para pejabat yang meninjaunya.

Para pejabat AS telah mengonfirmasi laporan The New York Times sebelumnya bahwa Washington menyampaikan kepada pejabat intelijen senior China tentang penumpukan pasukan Rusia di sekitar Ukraina, dengan harapan Beijing akan membujuk Moskow untuk menghentikan invasi.

Surat kabar itu menyatakan, para pejabat senior AS dan Eropa menyebarkan intelijen ketika mereka membahas kapan Putin mungkin menyerang Ukraina. Tapi, dinas intelijen memiliki interpretasi yang berbeda-beda.

Bonny Lin, pakar China di Center for Strategic and International Studies, mengatakan, tidak jelas seberapa banyak yang Xi ketahui  tentang niat Putin menyerang Ukraina.

Hanya, dia mencatat, China lambat dalam mengevakuasi warga negaranya dari Ukraina, yang menunjukkan Beijing tidak sepenuhnya siap.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved