Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

TNI

Pasukan Berkualifikasi Komando Tentara Nasional Indonesia, dari AD, AL hingga AU

Pasukan-pasukan tersebut tersebar di Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) hingga Angkata Udara (AU).

Editor: Rizali Posumah
Sat Bravo Paskhas 90 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pasukan komando adalah satuan militer yang disiapkan dan diorganisasi sebagai pasukan gerak cepat dalam melakukan penyerangan. 

Di tubuh Tentara Nasional Indonesia ada beberapa pasukan berkualifikasi komando

Pasukan-pasukan tersebut tersebar di Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) hingga Angkata Udara (AU).

Ilustrasi pasukan TNI.
Ilustrasi pasukan TNI. (kodamim-tniad.mil.id)

Para-Komando adalah prajurit yang melakukan operasi khusus yang biasanya mengkhususkan diri dalam pendaratan amfibi, terjun payung atau bseilling.

Kualifikasi komando adalah kemampuan keprajuritan yang diperoleh setelah mengikuti program latihan komando.

Latihan ini merupakan latihan terberat yang menitikberatkan pada kemampuan individual prajurit pada standar kemampuan maksimal yang mampu diraih oleh fisik dan mental. 

Hal ini dimaksudkan agar nantinya para Prajurit Komando mampu melaksanakan tugas maksimal bagi operasi-operasi khusus dan serangan mendadak, cepat, bahkan di tengah-tengah kekurangan sarana atau logistik karena medan yang amat berat.

Sejarah Pasukan Komando di Indonesia

Alex Kawilarang
Alex Kawilarang ((wikipedia))

Pasukan Komando pertama kali dimiliki oleh TNI AD berkat ide seorang yang berpengalaman di satuan militer Belanda KNIL, dan merupakan pejuang Repulik Indonesia di masa perang mempertahankan kemerdekaan, yakni  Alexander Evert Kawilarang.

Pada tanggal 16 April 1952, Kolonel A.E. Kawilarang mendirikan Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT).

Ide pembentukan kesatuan komando ini berasal dari pengalamannya menumpas gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku.

Saat itu A.E. Kawilarang bersama Letkol Slamet Riyadi (Brigjen Anumerta) merasa kesulitan menghadapi pasukan komando RMS. 

A.E. Kawilarang bercita-cita untuk mendirikan pasukan komando yang dapat bergerak tangkas dan cepat.

Selanjutnya, sebagaimana yang dikutip dari laman kopassus.mil.id, melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorial III No. 55/Inst/PDS/52 tanggal 16 April 1952 terbentuklah KESATUAN KOMANDO TERITORIUM III yang merupakan cikal bakal “Korps Baret Merah”.

Sebagai Komandan pertama dipercayakan kepada Mayor Mochammad Idjon Djanbi. Idjon Djanbi adalah mantan kapten KNIL Belanda kelahiran Kanada, yang memiliki nama asli Kapten Rokus Bernardus Visser.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved