Digital Avtivity
Kiprah Petani Milenial Sulut
Dikatakan Donni, petani milenial serta eksportir di Sulut tumbuh pesat. Saat ini, terdapat 30 eksportir asal Sulut.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Petani milenial di Sulut tumbuh bak kacang goreng.
Kepala Balai Karantina Pertanian Manado Drh Donni Muksydayan mengungkap hal itu dalam acara tribunpodcast, Selasa (1/3/2022) di studio Pod Cast Tribun Manado.
Podcast dipandu Wartawan senior tribun manado Aswin Lumintang.
Temanya adalah Menumbuhkan Petani dan Eksportir Milenial.
Dikatakan Donni, petani milenial serta eksportir di Sulut tumbuh pesat.
Saat ini, terdapat 30 eksportir asal Sulut.
"Kesemuanya milenial," katanya.
Fakta lainnya adalah Sulut untuk pertama kalinya berhasil mengekspor tanaman hias.
Ada 12 eksportir yang mengusahakannya.
"Lagi lagi mereka milenial," katanya.
Ungkap dia, pemerintah pusat memang tengah memacu perkembangan petani milenial di Indonesia.
Di Sulut, Pemprov Sulut mengakselerasi program itu dengan baik.
"Ada seruan pak Gubernur Olly Dondokambey untuk mencetak petani milenial," katanya.
Ia menyebut konsep petani milenial sangat tepat dalam konteks ini. Petani saat ini harus melek teknologi.
"Itu semua diperlukan saat proses menanam hingga pemasaran barang," kata dia.
Ia mengatakan, pihaknya terus memberi stimulus bagi para petani milenial untuk mengembangkan usahanya.