Sejarah
Sejarah Perjalanan Imam Bonjol hingga Diasingkan dan Meninggal di Minahasa
Salah satu pahlawan Indonesia yang diasingkan adalah Tuanku Imam Bonjol, berasal dari Sumatera Barat (Sumbar).
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sulawesi Utara (Sulut) menjadi daerah pilihan Belanda mengasingkan eksil atau tahanan perang di era kolonial.
Salah satu pahlawan Indonesia yang diasingkan adalah Tuanku Imam Bonjol, berasal dari Sumatera Barat (Sumbar).
Imam Bonjol adalah pemimpin Perang Padri yang bergejolak pada tahun 1803-1838.
Awalnya, Perang Padri adalah perang saudara antara kaum religius dan kaum adat di Padang, Sumbar.
Namun, karena semakin terdesak, kaum adat meminta bantuan kepada kolonial yang saar itu menjajah Indonesia termasuk Padang.
Dosen Sejarah Universitas Sam Ratulangi, Roger Allan Kembuan mengatakan, di akhir Perang Padri, Imam Bonjol berhasil ditawan meskipun sempat lolos.
Imam Bonjol tak hanya sendiri, ia ditawan bersama anak tertuanya bernama Sultan Saidi; kemenakan, Abdul Wahid; dan orang kepercayaannya, Baginda Tan Labih.
Sejak dibawa dari Padang ke Batavia, keempatnya dikawal oleh seorang perwira Belanda asal Minahasa, Letnan Palar.
Di Batavia, empat eksil tersebut tinggal selama enam bulan sembari menunggu surat keputusan dari Gubernur Jenderal Belanda untuk mengasingkan mereka ke Cianjur Jawa Barat.
Saat di Cianjur, Imam Bonjol menjadi guru agama dan memiliki banyak pengikut.
Belanda yang melihat hal tersebut merasa Imam Bonjol bisa menjadi ancaman karena pengaruhnya diprediksi akan semakin besar.
"Kalau Imam Bonjol di Cianjur kondisinya jadi tidak aman, akhirnya dia dan rombongan disuruh kembali ke Batavia sebelum keputusan pemindahan pengasingan dibuat," ujar Roger, Senin (28/2/2022).
Akhirnya, pada tahun 1839 Imam Bonjol dan rombongan diasingkan ke Ambon.
Di Ambon, mereka ditempatkan di Kampung Melayu dan tinggal selama kurang lebih dua tahun.
Awal dari Nasib Imam Bonjol yang Berakhir di Minahasa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/makam-tuanku-imam-bonjol-di-desa-lotta-pineleng-minahasa87.jpg)