Rusia vs Ukraina
Rusia Lancarkan Serangan Siber, Jaringan Internet di Ukraina Tumbang Saat Invasi Dimulai
Layanan internet di beberapa kota di Ukraina dilaporkan tumbang. Alhasil, koneksi maupun kualitas layanan internet di Ukraina menurun.
Berdasarkan data internal NetBlock, metrik konektivitas jaringan internet Triolan di kota Kharkiv menurun 25 persen, dari normal 100 persen sebelum invasi militer, menjadi 75 persen saat serangan pertama kali dilancarkan.
"Gangguan internet dimulai di tengah laporan adanya ledakan besar di wilayah tersebut (Kharkiv) saat Rusia mengumumkan mobilisasi militer," tulis NetBlocks.
Triolan sendiri juga mengonfirmasi adanya gangguan jaringan di layanan internet miliknya.
"Saat ini ada gangguan pada sebagian atau keseluruhan akses ke jaringan Triolan di sejumlah kota atau area individu dalam jangkauan jaringan triolan," kata Triolan dalam sebuah pengumuman.
Di dalam pengumuman itu, Triolan juga menyampaikan jadwal perbaikan akses internet miliknya di beberapa wilayah Ukraina.
Gangguan jaringan di wilayah lain
Kondisi konflik yang terus memanas sepanjang hari Kamis, membuat Kharkiv terdampak gangguan jaringan dan telekomunikasi yang semakin parah.
Data NetBlocks menunjukkan, metrik konektivitas jaringan internet turun di bawah 75 persen menuju 60 persen pada Kamis siang
Tak hanya di Kharkiv, gangguan internet juga mulai merembet ke wilayah lainnya, yaitu kota Donetsk.
Sama seperti Kharkiv, metrik konektivitas jaringan internet wilayah ini tercatat turun di bawah 75 persen menuju 60 persen pada Kamis siang.
Padahal, sebelum serangan terjadi, metrik konektivitas jaringan internet di Kharkiv dan Donetsk terpantau normal 100 persen.
Ini artinya, serangan militer Rusian membuat internet Ukraina tumbang.
Kendati internet fixed broadband terganggu, jaringan internet seluler dilaporkan masih berjalan normal pada hari Kamis.
Namun, pada hari ini, Jumat (25/2/2022), seorang warga Kharkiv me-mention akun Twitter NetBlocks (@netblock) melaporkan bahwa dirinya juga tidak memiliki layanan seluler.
Serangan siber dari Rusia?