Rabu, 13 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rusia vs Ukraina

UPDATE Korban Hari Ketiga Invasi Rusia, 198 Warga Ukraina Tewas, Termasuk 3 Anak-anak

Memasuki hari ketiga invasi militer Rusia, sejumlah pertempuran sengit dan rentetan ledakan dilaporkan terjadi di sekitar ibu kota Kiev, Ukraina.

Tayang:
Istimewa
UPDATE Korban Hari Ketiga Invasi Rusia, 198 Warga Ukraina Tewas, Termasuk 3 Anak-anak 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini update korban perang Rusia dan Ukraina.

Simak berikut ini update jumlah korban perang Rusia Ukraina yang terus bertambah di hari ketiga Invasi.

Memasuki hari ketiga invasi militer Rusia, sejumlah pertempuran sengit dan rentetan ledakan dilaporkan terjadi di sekitar ibu kota Kiev, Ukraina.

Baca juga: Baru Terungkap Perubahan Besar Apa yang Terjadi pada Aurel Hermansyah Setelah Melahirkan Baby A

Salah satu pertempuran tengah berlangsung di dekat sebuah pembangkit listrik di distrik Troieshchyna, Kiev, pada Sabtu (26/2) dini hari waktu setempat.

Menteri Kesehatan Ukraina mengatakan pada Sabtu (26/2/2022), bahwa 198 warga sipil, termasuk tiga anak-anak, telah tewas sejauh ini oleh pasukan Rusia yang menyerang negara pro-Barat.

"Sayangnya, menurut data operasi, di tangan penjajah kami memiliki 198 orang tewas, termasuk 3 anak-anak," tulis Menteri Kesehatan Viktor Lyashko di Facebook, dikutip dari Kantor Berita AFP.

Sementara, Lyashko menambahkan, sebanya 1.115 warga ditemukan terluka termasuk 33 anak-anak.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Kamis (24/2/2022), mengatakan 137 warga Ukraina tewas setelah negaranya diserang besar-besaran dari pasukan Rusia.

"Hari ini (Kamis) kami telah kehilangan 137 pahlawan kami, warga negara kami. Militer dan sipil," kata Zelensky dalam pidato yang direkam dalam video.

Sementara saat itu ada 316 orang yang teridentifikasi mengalami luka-luka akibat operasi militer Rusia.

Pasukan Rusia diketahui semakin dalam menyerang Ukraina.

Pada Sabtu, tentara Ukraina dilaporkan telah memukul mundur serangan Rusia di ibu kota Kiev. 

Hal ini terjadi setelah Presiden Volodymyr Zelensky bersumpah bahwa negaranya yang pro-Barat tidak akan ditundukkan oleh Moskwa.

Baca juga: Cerita Melvina Palar, Berjuang Bantu Anaknya Melawan Kanker: YKAPH Sulut Sangat Membantu

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved