Berita Bolmong

Bupati Bolmong Yasti Mokoagow Sebut Recofusing Anggaran Berdampak Pada RPJMD

Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Mokoagow mengatakan, pasca dilantik bersama Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk pada 2017

Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
nielton durado/tribun manado
Bupati Bolmong Yasti Mokoagow 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Mokoagow mengatakan, pasca dilantik bersama Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk pada 2017.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang memuat visi misi tak berjalan normal.

Dia mengaku RPJMD selama periode menjabat, hanya berjalan normal 2,5 tahun.

Saat ini masa jabatan pasangan Y2 itu, akan berakhir tahun ini pada Mei 22 mendatang 2022.

Diberbagai kesempatan saat turun memaparkan capaian RPJMD di musrenbang tingkat kecamatan.

Yasti Mokoagow mengatakan, dua tahun berturut-turut dana APBD direfocusing karena Pandemi Covid-19.

Dana yang dipotong oleh pemerinth pusat itu pun tidak kecil, yakni mencapai 360 miliar.

Dana sebesar itu dipotong dua kali.

Yakni APBD tahun 20220 dan 2021.

“Refocusing pertama itu dilakukan pada tahun anggaran 2020 yakni Rp 200 miliar. Kemudian pemotongan ke dua di tahun anggaran 2021 yakni 160 miliar,” kata dia.

Total Rp 360 miiar dana yang dipotong untuk penanggulangan bencana non alam, ini membuat semua rencana kerja pemerintah daerah terhambat karena fokus hadapi penanganan Pandemi Covid-19.

Yasti Mokoagow mengatakan, bukan hanya Kabupaten Bolmong saja yang mengalami hal serupa, tetapi semua daerah di Indonesia.

“RPJMD kita, bisa dikata hanya berjalan normal 2,5 tahun. Karena itu tadi, terjadi bencana non alam sehingga terjadi pemotongan dana," ujar diam

"Dana yang dipotong itu paling besar untuk pembangunan infrastruktur,” tambah Yasti Mokoagow.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved