Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sitaro

Akes Jalan Sibar-Sibarsel di Sitaro Masih Tertutup Material Bencana

Bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) baru-baru ini

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Octavian Hermanses/Tribun manado
Salah satu akses jalan yang tertutup material banjir bandang dan tanah longsor 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) baru-baru ini menimbulkan beragam dampak.

Salah satu di antaranya adalah akses jalan yang tertutup material banjir bandang dan tanah longsor di beberapa titik daerah terkena bencana alam.

Titik terparah putusnya akses jalan karena tertimbun material bencana ada di wilayah Kampung Peling Sawang Kecamatan Siau Barat (Sibar) dan Kampung Laghaeng Kecamatan Siau Barat Selatan (Sibarsel).

Hingga kini, akses jalan satu-satunya yang menghubungkan Kecamatan Sibar dan Sibarsel itu belum juga terbuka.

Untuk bisa menuju wilayah Kecamatan Sibarsel dari arah Kecamatan Sibar atau pun sebaliknya, masyarakat harus berjalan kaki menyeberangi tumpukan material berupa bebatuan, lumpur, pasir dan batang pohon yang terseret arus banjir.

Terkait hal ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Sitaro, Herry Bogar menyebut, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk membuka akses jalan yang terputus akibat material banjir bandang dan tanah longsor.

"Sejak hari pertama pasca banjir, kami telah menurunkan alat berat dari arah Siau Barat dan Siau Barat Selatan untuk membuka akses jalan," kata Bogar, Rabu (23/2/2022).

"Tapi memang ada kendala teknis pada alat berat yang mengarah dari wilayah Siau Barat Selatan, sehingga proses pembukaan jalan agak lambat," sambung Bogar.

Sementara alat berat dari arah Siau Barat yang sedianya akan diarahkan menuju titik longsor di wilayah Peling Sawang masih fokus untuk pembersihan material di Kelurahan Paseng.

Meski begitu, Bogar menjamin proses pembukaan akses jalan di titik-titik yang masih tertutup material banjir bandang serta tanah longsor biasa terlaksana dalam waktu satu atau dua hari kedepan.

"Dalam minggu ini bisa dipastikan semua akses jalan yang tertutup material banjir bandang maupun tanah longsor bisa terbuka dan dapat kembali difungsikan seperti biasanya," jamin Bogar. 

Tentang Sitaro

Sitaro adalah singkatan dari Siau Tagulandang Biaro.

Sitaro merupakan salah satu Kabupaten Kepulauan di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. 

Kabupaten yang beribukota di Ondong Siau ini memiliki luas total 275,96 km2.

Jarak Siau ke Manado, Ibukota Provinsi Sulawesi Utara 146 Kilometer, dengan waktu tempuh 4 jam naik kapal dari Pelabuhan Manado.

Di Sitaro ada Gunung Karangetang.

Salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia dengan letusan sebanyak lebih dari 40 kali sejak 1675 serta banyak letusan kecil yang tidak terdokumentasi pada catatan sejarah.

Saat ini kabupaten ini dipimpin oleh Bupati Sitaro Evangelian Sasingen serta Wakil Bupati John Heit Palandung. (HER)

Baca juga: Sosok Aiptu Agus Riyanto, Polisi Gendong Wanita Disabilitas Menuju Sentra Vaksin Sejauh 1,5 KM

Baca juga: ASN Pemkab Sitaro Gelar Kerja Bakti Membersihkan Material Banjir Bandang

Baca juga: Kadis Pendidikan Sitaro Sebut Tak Ada Sekolah Terdampak Banjir Bandang

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved