Kebakaran
Akhirnya Terungkap Penyebab Kebakaran Pasar Johar Relokasi Jawa Tengah, Diungkap Labfor Polda Jateng
Inilah penyebab kebakaran pasar Johar Relokasi Masjid Agung Jawa Tengah pada Rabu (2/2/2022) lalu. Terungkap dari hasil Laboratorium Forensik (Labfor)
TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah penyebab kebakaran pasar Johar Relokasi Masjid Agung Jawa Tengah pada Rabu (2/2/2022) lalu.
Terungkap dari hasil Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng.
Dipaparkan Kepala Labfor Polda Jateng Kombes Pol Slamet Iswanto bersama Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, dan Dandim 0733/Kota Semarang Letkol Honi Havana pada konfrensi pers.
Baca juga: Klasemen Terbaru Liga Inggris Setelah Manchester City Kalah Hari Ini Minggu 20 Februari 2022
Baca juga: Kronologi Seorang Karyawan Terkena Peluru di Bagian Rusuk Kiri, KKB Tembak Truk yang Ditumpangi
Baca juga: Tips Jaga Tubuh Tetap Sehat Saat Musim Hujan

Ilustrasi kebakaran. ((PIXABAY/Myriams-Fotos))
Kesalahan instalasi dan pemakaian daya listrik berlebihan menjadi penyebab utama konsleting listrik mengakibatkan
Kalabfor Polda Jateng, Kombes Pol Slamet Iswanto menuturkan hasil foto udara terlihat di blok F mengalami pemanasan yang cukup tinggi.
Berdasarkan hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lokasi sumber api pertama kebakaran (LSAPK) berada di blok F tepatnya lapak penjualan karung goni.
"Bukti pemanasan yang paling tinggi terbakar berada di blok F4," jelasnya saat konfrensi pers di Polrestabes Semarang, Sabtu (19/2/2022).
Menurutnya, barang bukti yang di TKP adalah sisa-sisa kebakaran di beberapa tempat.
Berdasarkan barang bukti yang dikumpulkan terdapat satu di antaranya kabel instalasi listrik.
"Ini merupakan tanda-tanda konsleting listrik dari barang bukti nomor 1063 dan 1064," jelasnya.
Pada kejadian tersebut, pihaknya tidak menemukan suatu zat hidrokarbon yaitu bahan bakar maupun bahan pemercepat kebakaran.
"Semua barang bukti negatif adanya zat pemercepat kebakaran," tuturnya.
Ia menuturkan berdasarkan saksi melihat terjadi kebakaran maupun barang yang ditemukan sikron bahwa terjadi kebakaran akibat hubungan arus pendek atau konsleting listrik.
Hal ini terjadi di blok F4 tepatnya lapak penjualan karung goni.
"Kenapa bisa terjadi konsleting, karena di situ ditemukan adanya kelemahan atau kesalahan instalasi maupun pemasangan dan pemakaian daya berlebihan menyebabkan konsleting listrik," jelasnya.
Ditanya terkait dugaan pencurian listrik, pihaknya tidak berwenang dalam menyelidiki hal tersebut.
"Kalau dari kami hanya bisa menemukan adanya kelemahan instalasi listrik penyebab konsleting," tandasnya.
Sementara itu Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menuturkan pada kejadian tersebut terdapat kesesuaian antara olah TKP dan pemeriksaan saksi.
Ada 26 saksi yang dimintai keterangan dan mengkrucut pada dua orang saksi kunci yakni Suroto dan Imam Priyadi
"Saksi Suroto menjelaskan bahwa melihat adanya kepulan asap dari lapak pedagang gerabah yakni blok F4."
"Dia mencari titik asap namun keburu lampu padam. Kemudian saksi Imam Priyadi juga melihat asap dari blok F. Inilah dua saksi yang sinkron," paparnya.
Sementara itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan kejadian tersebut merupakan pengalaman berharga tidak hanya pedagang melainkan Pemerintah Kota Semarang.
Sebab pasar Johar telah dua kali terbakar pada tahun 2015 dan Februari 2022.
"Langkah kami di internal Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan ingatkan kawan-kawan di dinas terkait untuk memantau jaringan listrik di pelayan publik khususnya di pasar," jelasnya.
Tidak hanya itu, pria akrab disapa Hendi juga berharap pedagang juga dapat saling mengawasi dan belajar dari pengalaman.
Pedagang bisa mengingatkan jika rekannya ceroboh atau tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penggunaan listrik.
"Kalau tidak mau diingatkan bisa melambung ke Dinas Pasar atau kepada kami langsung," terangnya.
Ia menegaskan kebakaran tersebut bisa menjadi pengalaman berharga. Sebab telah dua kali terjadi kebakaran Pasar Johar akibat konsleting listrik.
Jadi bisa lebih hati-hati baik kawan-kawan Pemkot atau pedagang," ujar dia.
Tidak Ada APAR
Hendi menuturkan bidang bangunan baru dipersyaratkan adanya APAR agar bisa terbit Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Sementara itu di Pasar Johar Relokasi belum disediakan APAR.
"Pasar Johar Relokasi penanganannya masih sementara. Jika dibayangkan fasilitas APAR tidak seperti yang dipersyaratkan pada IMB," jelasnya.
Menurutnya, di Pasar Johar yang baru saat ini telah disediakan APAR sesuai dengan SOP. Pihaknya juga akan menyediakan di pasar-pasar lainnya.
"Untuk pasar lain nanti akan mengikuti satu persatu," tuturnya. (rtp)
Telah tayang di TribunJateng.com