Pembunuhan di Subang
Akhirnya Terbongkar Alasan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Belum Terungkap Sampai Sekarang
Namun, hampir enam bulan, kasus Subang belum berhasil terjawab alasan dan motif di balik pembunuhan Subang.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sudah mau hampir 6 bulan, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang belum juga terbongkar.
Siapa pelakunya belum terungkap.
Begitupun dengan motifnya.
Ya hingga artikel ini diunggah, kasus ini belum menemui titik terang.
Kasus yang menewaskan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) ini pertama kali bergulir pada 18 Agustus 2021 silam.
Namun, hampir enam bulan, kasus Subang belum berhasil terjawab alasan dan motif di balik pembunuhan Subang.
Penyidik dari Polda Jabar --yang mengambil alih kasus ini-- sudah memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan alat bukti hingga membuat sketsa terduga pelaku yang sudah disebarkan ke polsek dan polres di sejumlah wilayah.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan, hingga saat ini penyidik sudah memeriksa 100 lebih saksi dalam kasus Subang.
"Saya sudah melakukan koordinasi dengan penyidik, memang kami belum publikasi lebih banyak. Tetapi jumlah yang diperiksa itu seratusan lebih orang," ujar Ibrahim Tompo, saat ditemui di Jalan Mekarwangi, Kota Bandung, Rabu 9 Februari 2022.
Menurut Ibrahim, penyidik bakal terus melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan alat bukti lainnya untuk mengungkap pelaku perampasan nyawa ibu dan anak di Subang.
"Jadi, kami memang tetap secara maraton melakukan pemeriksaan, terkait alat bukti dan kesaksian. Kami berharap nanti ini bisa memberikan petunjuk kepada penyidik nantinya," katanya dikutip Tribun-Bali.com dari TribunJabar.id pada Sabtu 12 Februari 2022 dalam artikel berjudul Mengapa Kasus Subang Seperti Jalan di Tempat? Polisi Tegaskan Masih Marathon Periksa Saksi.
Dalam kasus ini, Muhammad Ramdanu alias Danu sempat mendapat sorotan.
Danu (21) keponakan korban Tuti Suhartini.
Baca juga: TERBARU KASUS SUBANG, Warga Waswas Pelaku Masih Gentayangan, Lakukan Ini di Sekitar TKP
Dia disibukkan dengan pemeriksaan-demi pemeriksaan karena disebut sebagai kasus kunci.
Bahkan sejak menjadi saksi Kasus Subang, Danu harus melepas pekerjaan sebagai staf yayasan.

Menelisik 30 Saksi Baru
Lebih lanjut, Dalam wawancara dengan wartawan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan, hingga saat ini penyidik sudah memeriksa 100 lebih saksi dalam kasus Subang.
Menurut Ibrahim Tompo, pemeriksaan 100 lebih saksi ini dalam rangka mengungkap pelaku perampasan nyawa ibu dan anak di Subang.
Namun, pernyataannya ini justru menimbulkan pertanyaan karena dalam rilis terakhir 29 Desember 2021, Kepala Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Yani Sudarto, hanya membeber 69 saksi yang diperiksa.
15 di antaranya saksi dari keluarga, 11 saksi yang saat itu melintas dan 32 saksi untuk menentukan alibi. Sedangkan 11 saksi lainnya tidak berhubungan dengan peristiwa, tetapi diambil keterangannya.
Lalu, siapa saja 30 lebih saksi baru yang diperiksa polisi? Ibrahim Tompo tidak menjelaskan.
Kuat dugaan puluhan saksi baru ini dikaitkan dengan sosok dalam sketsa wajah yang dibuat penyidik Polda Jabar akhir tahun 2021.
Dalam rilisnya, Polda Jabar mengungkapkan jika sosok di sketsa itu berusia 30 tahun.
Baca juga: KASUS SUBANG Bergulir Hampir Setengah Tahun, Ini Kabar Terbaru Pengungkapan Pembunuh Tuti dan Amalia
Sketsa wajah tersebut didapat penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi serta bantuan tim inafis Bareskrim Polri.
"Sketsa wajah dari terduga yang potensial dalam kasus tersebut. Sketsa wajah ini hasil dari tim inafis Bareskrim," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Yani Sudarto di Polda Jabar, Rabu 29 Desember 2021.

Pelaku Disinyalir Masih Tidak Jauh dari TKP
Warga Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, tempat kasus Subang terjadi, banyak yang masih khawatir karena pelaku masih bebas berkeliaran.
Dilansir Tribun-Bali.com dari Surya.co.id pada Sabtu 12 Februari 2022 dalam artikel berjudul KASUS SUBANG TERBARU, Siapa 30 Saksi Baru yang Diperiksa? Kades Sinyalir Pelaku Masih di Sekitar TKP, hal itu diungkapkan Kepala Desa Jalancagak, Indra Zaenal
Indra mensinyalir pelaku tidak jauh berada di sekitar TKP.
"Terakhir itu ada warga yang melaporkan ke Kantor Desa mereka (warga Ciseuti) masih merasakan was was karena dari informasi melalui konten Youtube yang disinyalir pelaku itu tidak jauh berada di lingkungan situ," ucap Indra saat dihubungi melalui sambungan seluler, Jumat 11 Februari 2022.
Menurut Indra, dengan adanya hal tersebut kegiatan siskamling warga Kampung Ciseuti lebih diperketat terutama di sekitaran TKP Tuti dan Amalia ditemukan meninggal secara mengenaskan itu.
"Pihak pemerintahan Desa hanya mengeluarkan kebijakan untuk lebih waspada aja siskamling jangan sampai kendur, kita hanya bisa mengupayakan itu," katanya.
Terpisah, Kuasa hukum saksi Muhammad Ramdanu alias Danu, Achmad Taufan Soedirjo yakin ini adalah kasus pembunuhan berencana.
Keyakinan Taufan beralasan karena ada sesuatu yang dituju dan tidak banyak bukti yang ditinggal di lokasi kejadian.
"Sudah jelas ini kasus pembunuhan berencana karena ada sesuatu yang dituju. Kalau spontan, pelaku bisa datang melakukan pembunuhan, ditinggal, banyak bukti-bukti yang ditinggalkan.

Pembunuhan ini sudah direncanakan jauh hari, dengan tujuan apa, motif apa dan skenario apa kita gak tahu.
Tapi sudah jelas pembunuhan berencana," kata Taufan dikutip dari channel youtube Freddy Sudaryanto Sport, Rabu 2 Februari 2022.
Taufan menduga pembunuhan itu direncanakan berapa bulan sebelumnya.
Selain ada eksekutor atau pelakunya, juga ada aktor intelektual yang menyuruh. mensupport atau membayar pelaku.
"Bagi oknum yang memudahkan pelaku itu bagian perencanaan sehingga masuk kategori kelompok pembunuhan berencana," ungkapnya tanpa mau menuding siapa saja pihak-pihak yang dicurigai. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com