Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bolmong

Jaga Kerukunan, SMPN 1 Dumoga Bolmong Segera Punya Musholla Hingga Pura di Lingkungan Sekolah

Renti Mokoginta mengatakan, pembangunan tempat ibadah itu dalam rangka membentuk, akhlak siswa-siswi yang ada di SMP Negeri 1 Dumoga.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
IST/Dinas Pendidikan
Kadis Pendidikan Bolmong Renti Mokoginta saat meletakkan batu pertama pembangunan Musholla di SMPN 1 Dumoga. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID -- Kepala Dinas Pendidikan (Dispen) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Renti Mokoginta, meletakkan batu pertama pembangunan tempat ibadah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Dumoga.

Renti Mokoginta mengatakan, pembangunan tempat ibadah itu dalam rangka membentuk, akhlak siswa-siswi yang ada di SMP Negeri 1 Dumoga.

“Untuk yang siswa-siswi muslim, kita akan bangun Musholla," ungkapnya melalui telepon seluler, Kamis (10/2/2022).

"Ada juga Pure untuk tempat ibadah siswa-siswi yang beragama Hindu, serta kita juga siapkan ruangan untuk tempat ibadah siswa-siswi beragama Kristen,” tambah dia. 

Dirinya juga mengungkapkan rasa bangganya sebab, rasa toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Dumoga begitu kental dan kuat.

“Saya sangat bangga sekali, toleransinya sangat luar biasa,” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, Meski Didominasi oleh masyarakat yang beragama Hindu.

Namun, SMP Negeri 1 Dumoga yang ada di Desa Werdhi Agung, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolmong, tetap menunjukan rasa toleransi yang tinggi. 

Toleransi itu ditunjukkan dengan pembangunan Musholla untuk para siswa dan guru yang ada di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah SMPN 1 Dumoga I Nyoman Puja Astawa, mengatakan jika pihaknya menargetkan pembangunan ini akan segera dilaksanakan pada awal tahun 2022. 

Ia menambahkan jika pembangunan sekolah tersebut dananya berasal dari swadaya. 

"Dananya berasal dari swadaya, dan kita rencanakan tahun ini selesai dibangun," ujarnya. 

Nyoman mengaku jika murid yang ada di sekolahnya beragam dan berlatar belakang dari agama yang berbeda-beda. 

"32 persen dari Muslim, 38 persen dari Hindu, dan 30 persennya lagi dari Kristen. Jadi kami beragam agama disini," aku dia. (Nie)

Terungkap! Briptu C Ternyata Ditangkap di Tempat Ini, Bukan di Kamar Hotel Grand Kemang

KSHI Sulut Beberkan Syarat Memelihara Anjing Siberian Husky, Gerry Piriujar Sarankan Persiapkan Dana

Pembangunan Patung Soekarno di Trikora Lembeh Bitung, Puan Maharani Kutip Pidato Presiden Pertama RI

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved