Kecelakaan AKP Novandi Arya
Akhirnya Terungkap Apa yang Menyebabkan AKP Novandi Arya dan Fatimah Tak Keluar Mobil Saat Celaka
Dari hasil penyidikan polisi, kedua korban kecelakaan mobil terbakar di Senen, Jakarta Pusat, kedua korban tidak berusaha keluar dari mobil.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan telah membenarkan perempuan yang meninggal bersama AKP Noviandi adalah Fatimah.
Polisi berhasil mengidentifikasinya dari cincin yang digunakan, kartu identitas, dan tanda fisik bekas operasi.
Di media sosial, kini sedang ramai ucapan duka yang ditujukan kepada keluarga korban.
"Selamat jalan kak Fatimah. semoga perjalanan jenazah lancar sampai kerinci," tulis seorang teman Fatimah di Facebook.
Dia juga memberikan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Untuk keluarga yang ditinggal semoga tabah dan ikhlas. Yang sabar bang," tulisnya, menandai nama suami Fatimah.
Pengguna media sosial lainnya menyebut Fatimah dulu kuliah di Kerinci.
Di Grup Ikatan Seni Music & Artis (ISMA) Kota Sungai Penuh Jambi juga menyampaikan ucapan duka.
"Innalillahi Wainnalillahi Rojiun.
KAMI SEGENAP KELUARGA BESAR ISMA TURUT BERDUKA CITA ATAS BERPULANG NYA DI PANGKUAN ALLAH ISTRI DARI REKAN KITA Yg Bernama FATIMAH.
Smga Almarhumah HUSNUL KHOTIMAH Dan Di Terima Disisi ALLAH.
Yg Ditinggal Smga Sabar,Tabah Menerima Cobaan, Sebab Setiap Kita Yg Hidup Akan Kembali Kepada Pemilik Yaitu ALLAH."
Juru Bicara PSI, Sigit Widodo memberikan konfirmasi bahwa Fatimah adalah kader PSI.
Dia mengatakan Fatimah yang akrab disapa Sis Zahra adalah kader DPD PSI Kota Banjarmasin.
"Almarhumah kader aktif di Kota Banjarmasin, dia baru pindah ke Jakarta," tambahnya.
Sigit mengatakan, mereka terkejut mendengar kabar meninggalnya Fatimah.
Almarhumah dikenal sebagai sosok yang aktif di kepengurusan partai di Kota Banjarmasin.
"DPD Kota Banjarmasin sering mengabarkan keaktifan almarhumah. Tapi secara pribadi, saya tidak kenal," Sigit mengatakan.
Kabar meninggalnya Fatimah juga disampaikan Ketua Umum PSI Giring.
Berita itu disampaikannya melalui akun IG @giring pada Selasa (8/2/2022).

Penyeban AKP Novandi Arya dan Fatimah tak keluar mobil
AKP Novandi Arya dan Fatimah yang berada dalam satu mobil, mengalami kecelakaan di Jakarta Pusat pada Senin (7/2/2022) dini hari.
Mereka meninggal usai mobil yang dikenadari tabrak pembatas jalan jalur TransJakarta.
Mobil terbakar, mereka berdua tewas di dalamnya.
"Kecelakaan terjadi karena di luar kendali," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arga Dija Putra dikuti dari Tribunnews.
Terbakarnya dua orang di dalam mobil membuat proses identifikasi jadi sulit dilakukan.
Dari hasil penyidikan polisi, kedua korban kecelakaan mobil terbakar di Senen, Jakarta Pusat, kedua korban tidak berusaha keluar dari mobil.
Dugaan Polda Metro Jaya, kedua korban baik AKP Novandi Arya maupun Fatimah pingsan.
"Karena posisi kakinya patah dan dalam keadaan pingsan baik pengemudi maupun si korban.
Maka keduanya ini tak bisa keluar dari mobil," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Rabu (9/2/2022) malam seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com.
Sambodo menyampaikan hal itu ketika menjelaskan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan kemarin.
Menurut Sambodo, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mulanya ingin menolong korban.
Namun, api dengan cepat membesar sehingga korban tidak sempat dievakuasi dari dalam kendaraan.
"Karena sudah timbul percikan api dan kemudian api itu cepat membesar," kata Sambodo.
"Akhirnya masyarakat yang tadinya mau menolong kemudian mundur, takut terjadi ledakan di mobil tersebut," sambungnya.
Profil AKP Novandi Arya Kharizma
AKP Novandi Arya adalah anak Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang.
Terakhir, AKP Novandi Arya Kharizma bertugas di Sat Pol Air Berau, Polda Kaltim.
Sebelumnya, AKP Novandi Arya juga pernah menjadi Kasat Pol Air Polres Kukar.
AKP Novandi Arya juga pernah bertugas di Samarinda. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co