Berita Minut
Mengintip Wisata Balap Sapi di Minahasa Utara
Tradisi balapan sapi masih dilestarikan warga Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang bermukim di wilayah Kalawat, Airmadidi dan Kema.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Gryfid Talumedun
Ungkap dia, faktor joki memegang peranan penting saat pertandingan.
Ibarat sepakbola, joki menjadi playmaker.
"Ia harus punya keberanian, tahu kapan harus mencambuk, mereba ekor dan lainnya," kata dia.
Biasanya, ujar dia, hadiah uang dalam pertandingan diberikan pada joki.
Pemilik sapi hanya dapat uang trophy serta uang taruhan.
Ia mengakui balap sapi adalah hobi yang mahal.
"Untuk makan sapi saja saya tiap bulan harus keluarkan uang jutaan rupiah, belum lagi biaya lainnya, apalagi kalau ada pertandingan," katanya.
Ia mengatakan balap sapi berhubungan dengan hobi, gengsi dan tradisi.
Penelusuran tribunmanado.co.id, taruhan dalam lomba balap sapi mencapai puluhan juta rupiah.
"Bisa mencapai 25 jutaan," katanya.
Denny Mokolensang tokoh masyarakat Desa Kolongan, kecamatan Kalawat, Minut, provinsi Sulut, balap sapi Minut berawal dari tradisi agraris masyarakat di Minut.
"Kemudian muncul kebiasaan lomba, sapi dari sawah pun menuju ke arena lomba," kata dia. Nano salah seorang pebalap sapi pernah mengalami pengalaman unik.
Dia pernah dicium bule wanita saat memenangi lomba balap sapi. (Art)
Tentang Minut
Minahasa Utara disingkat Minut adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tradisi-balapan-sapi-masih-dilestarikan-warga-kabupaten-minahasa-utara.jpg)