Polemik Museum Holocaust

BREAKING NEWS Komunitas Yahudi Respon Polemik Museum Holocaust di Minahasa, Ini Penjelasan Rabbi

Museum Holocaust di Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut memantik kontroversi.Suara penolakan berdirinya museum itu mencuat ke publik

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Chintya Rantung
ryo noor/tribun manado
Rabbi Yaakob Baruch 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Museum Holocaust di Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut memantik kontroversi.

Suara penolakan berdirinya museum itu mencuat ke publik.

Museum Holocaust berdiri dalam kompleks Rumah Ibadah Agama Yahudi di Sinagoge Shaar Hasyamayim, Kelurahan Watulambot, Tondano Barat.

Rabbi Yaakov Baruch, Pemuka Agama Yahudi pun ikut merespon kontroversi yang mengemuka.

"Sejarah pernah membuktikan pernah terjadi tragedi kemanusiaan bicara Holocaust itu bukan hanya bicara Yahudi, yang mengalami Holocaust ada orang Rom, gipsi, saksi yehovah dan lawan politik Hitler," katanya.

Adanya musem Holocaust kita ingin memberi pesan segala macam bentuk kekerasan tidak dibenarkan

"Kita belajar bagaimana menerima perbedaan pandangan, menerima segala hal yang bisa menunjukan kepada kita bahwa kita belajar dari peristiwa tragedi kemanusiaan ini," kata dia.

Ia pun menepis tudingan ada pihak asing yang andil dalam pembangunan museum ini

"Jadi murni dari kami tidak ada bantuan dari pihak manapun pihak asing," katanya.

Museum Holocaust kata Rabbi Yaakov Baruch berisi foto tentang holocaust tapi ke depannya akan akan di isi beberapa artefak yang berhubungan dengan holocaust

"Kita sedang upayakan," ungkap dia.

Ia kembali menegaskan tidak ada agenda politik apapun di balik pendirian Museum ini, selain hanya untuk mengenang tragedi kemanusiaan

Rabbi Yaakov Baruch menyampaikan, keberadaan komunitas Yahudi lebih fokus Yudaisme tidak ingin terlibat dalam politik, ''Kami hanya komunitas ibadah," kata dia.

Terkait aktivitas ini tidak ingin menimbulkan kegaduhan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved