Breaking News
Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Covid 19

Hasil Penelitian Terbaru Terkait Covid 19 Omicron, Perlu Tahu Info Ini

Inilah hasil penelitian terbaru terkait covid 19 varian omicron. Perlu tahu info ini untuk kedepan bisa mengantisipasi agar tidak terinfeksi. 

Tayang:
(Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)
Covid 19 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah hasil penelitian terbaru terkait covid 19 varian omicron.

Perlu tahu info ini untuk kedepan bisa mengantisipasi agar tidak terinfeksi. 

Hasil penelitian seorang ahli medis di Australia.

Baca juga: 6 Keistimewaan Menjalankan Puasa Rajab

Baca juga: Doa Sambut Bulan Rajab, Bacaan Lengkap, Memohon Supaya Dipertemukan dengan Bulan Ramadhan

Baca juga: Sudah Divaksin Tetap Saja Bisa Terinfeksi Covid 19 Omicron, Tapi Gejalanya Lebih Ringan

Ilustrasi Covid-19 Varian Omicron.

Ilustrasi Covid-19 Varian Omicron. (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

Dia menyebut ada "kabar baik" bagi seseorang yang sudah terinfeksi Covid-19 varian Omicon.

Norman Swan, komentator medis ABC, berbicara kepada ABC Radio National pada Senin (31/1/2022), tentang varian "anak Omicron" yang sudah masuk ke NSW.

Dr Swan menjelaskan BA.2 adalah "sub-varian" dari Omicron (BA.1), yang menjadi strain dominan di Australia sebelum Natal.

Para peneliti masih mempelajari sub-varian ini.

Namun, Dr Swan mengatakan, "kabar baik" sejauh ini dari penelitian awal adalah bahwa orang yang terinfeksi BA.1, yang merupakan varian Omicron yang muncul tahun lalu, mungkin kebal terhadap sub-varian BA.2 dan BA.3 yang saat ini sedang berkembang.

Dr Swan menekankan bahwa sub-varian ini tidak melindungi seseorang terhadap varian lain, seperti varian Delta.

Gejala Varian Covid 19 Omicron.

Varian Covid 19 Omicron. (Freepik)

"Kabar baiknya adalah dari penelitian lain, bahwa jika Anda memiliki Omicron, infeksi, Anda cukup tahan terhadap infeksi Omicron kedua," kata Dr Swan kepada ABC.

"Dan sepertinya Anda juga akan resisten terhadap BA 2, atau bahkan BA 3."

"Jika Anda pernah mengalaminya, itu kabar baik."

"Dan sudah banyak orang yang mengalaminya."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved