Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polemik Museum Holocaust

Museum Holocaust Yahudi di Tondano Timbulkan Pro Kontra, Ini Respon Gubernur Olly Dondokambey

Pendirian Museum Holocaust oleh Komunitas Yahudi di Tondano, Minahasa menimbulkan pro kontra.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Chintya Rantung
IST
Museum Holocaust Yahudi di Tondano 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pendirian Museum Holocaust oleh Komunitas Yahudi di Tondano, Minahasa menimbulkan pro kontra.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ina Lepel menghadiri langsung peresmian Museum Holocaust, Kamis (27/1).

Namun belakangan sejumlah muncul protes segelintir tokoh, satu di antaranya Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid.

Holocaust merupakan insiden pembantaian, penyiksaan, dan pembunuhan massal terhadap kaum Yahudi oleh rezim Nazi. Peristiwa itu terjadi pada 1941-1945.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey pun enggan masuk pusaran pro kontra museum Holocaust ketika dikonfirmasi tribunmanado, Rabu (2/2/2022)

"Saya tidak tahu, saya tidak hadir (peresmian)," ungkap dia di Lobi Kantor Gubernur.

Sebelumnya,Bupati Minahasa Royke Octavian Roring dan Wakilnya RobbyDondokambey menyambut kedatangan Duta Besar Jerman untuk Indonesia di Kabupaten Minahasa, Kamis (27/1/2022).

Duta Besar Luar Biasa Jerman untuk Indonesia, Ms Ina Lepel dan Charge d' Affaires Kedutaan Besar Austria untuk Indonesia, Mr Philipp Rossl, dalam kunjungannya hadiri Peringatan Hari Holocaust Internasional sekaligus meresmikan Museum Holocaust
Ina Lepel Dubes Jerman Untuk Indonesia menyampaikan suatu kehormatan bisa berada di Minahasa

"Suatu kehormatan berada di Minahasa dan berpidato di pembukaan Museum Holocaust.

Museum sejenis ini dibuka untuk pertama kalinya di Asia Tenggara atas inisiatif komunitas Yahudi di sini," kata Lapel melalui Twitter.

Museum ini diresmikan bertepatan dengan peringatan hari Holocaust internasional. Lapel menegaskan bahwa Jerman akan selalu mendukung peringatan terhadap kejadian yang dapat menjadi pelajaran universal tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa Jerman akan terus mendukung upaya perlawanan terhadap rasisme, anti-Semitisme, dan semua bentuk intoleransi.

Lapel kemudian mengingatkan, publik harus terus mengingat kejahatan luar biasa yang terjadi dalam Holocaust.

"Jika tidak, kita berisiko mengulanginya lagi. Namun, jika kita ingat, kita bisa menjadi sangat waspada dan langsung bertindak apabila muncul tanda-tanda kebencian rasisme dan anti-semitisme," ucap Lapel.

Museum itu, menurut Lapel, merupakan tanda perkembangan yang baik, terutama bagi pemuda untuk proses pembelajaran sejarah.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved