Kabar Israel

Angka Kasus Virus Omicron di Israel Alami Penurunan, Pasien Banyak yang Sembuh

Pejabat Kementerian Kesehatan percaya bahwa lonjakan Omicrin di Israel telah mencapai puncaknya dan sekarang semakin berkurang.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
Tribunnews.com
Bendera Israel di kota Yerusalem, Israel. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pejabat Kementerian Kesehatan percaya bahwa lonjakan Omicrin di Israel telah mencapai puncaknya dan sekarang semakin berkurang.

Namun mereka memperingatkan bahwa Israel masih dapat menghadapi dua atau tiga minggu yang lebih sulit.

Pada hari Kamis yang lalu, 57.539 kasus baru tercatat. Tren tersebut menunjukan penurunan dari rata-rata sekitar 85.000 pada awal pekan.

Namun, masih ada kekhawatiran bahwa jumlah pasien dalam kondisi serius masih bisa terus meningkat.

Tingkat kasus serius cenderung tertinggal dari infeksi baru karena waktu yang dibutuhkan pasien.

“Kami mengharapkan dua minggu lagi yang sulit dalam hal rawat inap. Ini belum berakhir dan kita bisa melihat varian baru," kata Menteri Kesehatan Nitzan Horowitz.

Meski demikian, pada Jumat malam jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius mengalami sedikit penurunan.

Nilai R, tingkat reproduksi virus yang mengukur jumlah rata-rata orang yang terinfeksi setiap orang positif, turun menjadi 1,05 dan para pejabat percaya itu bisa turun di bawah 1 minggu depan.

Angka di atas 1 menunjukkan infeksi meningkat, sementara angka di bawahnya menandakan bahwa wabah mereda.

Bulan lalu, nilai R melonjak hingga 2,12, tetapi sejak itu terus menurun.

Tingkat penularan didasarkan pada data dari 10 hari sebelumnya dan nilai di atas 1 menunjukkan infeksi menyebar semakin tinggi angkanya, semakin besar angkanya.

Kementerian mengatakan bahwa mereka juga melihat penurunan jumlah kasus flu yang dilaporkan.

Kombinasi dari gelombang Omicron dan musim flu yang buruk telah membebani rumah sakit.

Sekitar 211 orang saat ini terkena flu, turun dari lebih dari 900 pada awal bulan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved