Berita Bitung
Pedagang Pasar Winenet Bitung Belum Jual Minyak Goreng Satu Harga
Di sisi pemerintah republik Indonesia melalui Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan, telah menetapkan kebijakan satu harga minyak goreng satu harga.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado – Sejumlah pedagang Pasar Winenet Kota Bitung, masih memasang harga lama untuk harga 1 liter minyak goreng.
Di sisi pemerintah republik Indonesia melalui Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan, telah menetapkan kebijakan satu harga minyak goreng satu harga rp 14 ribu per liter.
Beberapa pedagang pasar Winenet di Kelurahan Winenet 2 Kecamatan Aertembaga, yang menyampaikan masih akan memasang harga lama yaitu rp 21 ribu per liter.
Kondisi ini dijumpai, ketika pengecekan terhadap minyak goreng satu harga yang dilakukan instansi gabungan pemkot Bitung dan Perumda Pasar, Selasa (24/1/2022) kemarin.
“Kami belum pakai harga rp 14 ribu per liter, masih pakai harga lama. Karena pasokan minyak goreng yang masuk kami dengan pokok pembelian rp 19 ribu lebih per 1 liter, dan itu belum di keluarkan untuk di jual. Harga pokok yang kami ambil rp 19 ribu lebih dan dijual rp 21 ribu per liter,” kata seorang pedagang, Selasa kemarin.
Terkait dengan kebijakan minyak goreng satu harga, oleh sejumlah pedagang sudah mengetahuinya sejak pekan lalu.
Namun ketika masih ada stok minyak goreng yang dibeli dengan harga lama, sehingga harus di jual bukan dengan harga baru.
Untuk pihaknya akan menjual habis pasokan minyak goren yang sudah ada, dengan harga lama baru menjual dengan harga baru.
Di warung tempat dia berjual, pedagang perempuan ini sekali menstok per minggu dua karton. Satu karton untuk 1liter isi 12 dan untuk 2 liter dalam satu karton ada enam.
Pedagang lainnya yang masih menjual minyak goreng belum dengan harga rp 14 ribu per kilo, karena selisih dengan pembelian di kanvas hanya sedikit.
Pedagang mencontohkan, kalau kanvas menjual atau memasukkan minyak goreng 1 liter dengan harga rp 12 ribu lebih atau rp 13 ribu, pihaknya bisa menyesuaikan dengan menjual rp 14 ribu perkilo.
Saat ini sejumlah pedagang minyak goreng di pasar Winenet, membeli dengan harga rp 13,700 per liter.
“Kalau harga kami beli rp 13 ribu, bisa dapat untung kami jual rp 14 ribu per satu liter,” kata Elsye pedagang perempuan di Pasar Winenet.
Pihaknya juga diperhadapkan dengan kondisi minyak goren yang sudah sempat di order begitu banyak, ketika masuk lagi minyak goreng yang akan di jual satu harga tidak tau mau dikemanakan stok yang ada.
Saat ini di warungnya ada 10 karton stok minyak goreng isi 12 pouch untuk satu liter dan enam pouch untuk ukuran dua liter.