Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Selasa 25 Januari 2022

BACAAN ALKITAB   Lukas 14:28 - Komitmen Sebagai Murid

Orang menjadi percaya dan mengimani Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia, tentu berbeda-beda.

Editor: Aswin_Lumintang
Doa Kristen 

 Lukas 14:28
TRIBUNMANADO.CO.ID - Orang menjadi percaya dan mengimani Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia, tentu berbeda-beda. Ada yang karena keturunan, ada yang mengikuti isteri atau suami, ada yang mengalami jamahan langsung dari Tuhan, ada yang karena diinjili oleh para hamba Tuhan, dll. Ada yang prosesnya cepat, ada yang lama baru menjadi percaya.

Itu untuk menjadi Kristen. Tetapi, hal untuk menjadi pengikut dan murid Yesus, sesungguhnya tidak gampang. Tidak begitu suka, langsung jadi murid-Nya. Juga tidak serampangan, sehingga kita menjadi murid yang gampangan. Tapi harus berproses dengan baik, terencana dan terstruktur dengan baik.

Ilustrasi Doa Kristen
Ilustrasi Doa Kristen (Gambar oleh congerdesign dari Pixabay)

Mengapa? Karena menjadi murid Yesus, harus membenci keluarga yang masih hidup dalam dosa ataupun menolak Yesus dan bersedia menanggung beban berat, memikul salib.

Karena itu, sebelum kita menyatakan kesediaan atau komitmen menjadi murid-Nya, melayani Dia dengan sungguh, maka kita harus mempertimbangkan semua keberadaan hidup kita. Periksalah apakah kita benar-benar sudah siap memikul salib, membenci dan meninggalkan keluarga untuk melayani Dia?

Yesus mengibaratkan kita seperti membangun menara. Sebelum membangun menara, kita harus mempertimbangkan dan mempersiapkan diri. Apakah anggaran, gambar, serta hal-hal lainnya sudah kita siapkan dan miliki? Artinya membangun menara, kita butuh persiapan yang baik.

Hal yang sama juga berlaku dalam hal mengikut Yesus dan menjadi murid-Nya. Kita tidak bisa sporadis. Kita harus mempersiapkan diri, baik fisik maupun psikis. Sudah siapkah kita menyangkal diri secara utuh dan hanya mengutamakan Tuhan dari apapun, termasuk keluarga dan diri kita?

Demikian firman Tuhan hari ini.
  Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?" (ay 28)

Melayani Tuhan atau menjadi murid Yesus, tidak bisa, "tiba saat tiba akal." Semuanya harus disiapkan. Ketika kita terpanggil untuk melayani Dia, dan mau menyatakan komitmen kita melayani Dia, maka kita harus mempersiapkan diri kita sepenuhnya dan seutuhnya untuk Dia dan kepada Dia sajalah kehidupan kita tertuju.

Jadi, menjadi murid Yesus, bukan serampangan. _"Suka iko yah iko, brenti yah brenti."_ Tidak bisa seperti kata orang Jakarta, _"semau gue aja atau suka-suka gue."_ Kalau kita jadi murid serampangan, maka kita akan menjadi hamba Allah yang gampangan.

Dengan demikian, kita akan selalu gagal paham dengan tugas dan panggilan pelayanan kita. Kita pun gagal fokus. Dan, hasilnya atau ujung-ujungnya adalah gagal total pelayanan kita. Ketika mengalami pergumulan berat, langsung mundur. Sudah tak mampu lagi melanjutkan tugas kemuridannya.

Semua orang Kristen, terpanggil menjadi hamba Allah, menjadi pelayan serta menjadi murid Kristus. Namun, untuk menjadi murid Yesus, kita harus mempersiapkan segala sesuatu. Kita harus membuat komitmen dalam diri kita. Dan kita harus konsisten mempertahankan komitmen pelayanan kita itu, hanya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

Itulah sebabnya, untuk menjadi hamba Tuhan itu tidak gampang atau sulit. Tapi tentunya bukan berarti tidak bisa. Bisa! Kita semua bisa jadi murid Yesus. Tapi harus punya komitmen melayani yang kuat kepada Tuhan dan siap bertanggungjawab secara konsisten mempertahankan komitmen pelayanan kita kepada Tuhan.

Namun, haruslah diingat bahwa jika kita berkomitmen kuat dan sungguh melayani Tuhan, dengan hati yang tulus dan benar-benar siap memikul salib, maka Tuhanlah yang akan memperlengkapi kita.

Karena itu, jika kita telah berkomitmen melayani Tuhan, bulatkanlah tekadmu. Perlengkapilah dirimu. Teguhkanlah imanmu. Tuhan Yesus sekali-kali tidak akan meninggalkan kita. Dia akan menyertai kita asal kita benar-benar mempersiapkan hati kita sepenuhnya untuk Tuhan, demi hormat dan kemiliaan nama-Nya.

Dengan demikian, hidup kita akan diberkati-Nya secara heran, dahsyat dan luar biasa. Sebab kita bukan lagi hanya sebagai pengikut dan murid-Nya, tapi sebagai anak-Nya yang Dia kasihi. Perlengkapilah dirimu dan teguhlah di dalam Kristus. Dia memberkati kita, sekarang dan selamanya. Amin

 DOA: Tuhan Yesus, teguhkan kami menyatakan komitmen melayani Engkau dan hanya memprioritaskan Tuhan dalam hidup kami. Amin

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved