Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sains

Hasil Penelitian Mengungkap Adanya Kebahagian pada Wanita yang Melajang

Belum lama ini, Sindhy Mariam M P dan Christiana Hari Soetjiningsih melakukan penelitian yang dipaparkannya dalam Jurnal Psikologi Konseling.

Editor: Rizali Posumah
telegrafi.com
Ilustrasi - Indeks kebahagian pada tahun 2017 menunjukan bahwa orang yang belum menikah memiliki angka indeks yang lebih tinggi dibandingkan dengan masyrakat yang bersetatus kawin. 

Kehadiran orang-orang terdekat dibutuhkan untuk memberikan dukungan, bantuan, dan perhatian.

Mereka juga terlibat secara penuh pada pekerjaan yang mereka miliki.

Dalam mengisi waktu luang, mereka memilih untuk melakukan hobi yang ia miliki.

Partisipan satu menghabiskan waktu kosongnya dengan aktifitas menanam tanaman, membersihakan rumah, memasak makanan sehat, dan berolahraga.

Sedangkan pada partisipan dua mengisi waktu luangnya dengan mengajar memasak pada keponakanaya, meskipun seringkali terhambat pada aktivitas kantor.

Dalam menemukan makna keseharian, mereka memandang jatuh bangun dalam kehidupan merupakan hal yang biasa.

Melalui fase-fase tersebut menjadikan sebuah pembelajaran bagi mereka untuk dapat lebih dewasa dalam meyikapi segala sesuatu.

Kedua partisipan sama-sama memiliki optimisme dalam melihat masa depan.

Mereka memiliki impian dan harapan yang positif dan merasa puas dengan kehidupanya.

Partisipan satu memandang hal-hal positif yang ada dalam dirinya yaitu memiliki fisik yang sehat, selalu menyadari untuk tetap rendah hati, belajar dari penglaman untuk menjadi lebih baik, dan memiliki keinginan untuk selalu belajar serta menyenangkan orang lain.

Pada Partisipan dua, ia selalu menjalani segala sesuatu dengan rasa penuh suka cita.

Dirinya bercita-cita memiliki investasi bilamana sudah tidak bekerja lagi, sehingga ia tetap mendapatkan penghasilan.

Selain itu dia juga memiliki impian untuk hidup bebas dan dapat bertualang keliling dunia.

Partisipan satu memandang kebahagiannya dapat diraih melalui pendidikan yang tinggi, berpenghasilan, serta menjalani kehidupan dengan nilai-nilai religius.

Sedangkan pada partisipan dua kebahagianya dapat diraih ketika berhasil mengurus keponakannya yang ia anggap sebagai titipan Tuhan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved