Motor Listrik
Testimoni Pengguna Motor Listrik di Manado, Hemat Tapi Jarak Tempuh Pendek
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pada tahun 2025 sebanyak 30 persen kendaraan yang beredar di jalan adalah kendaraan listrik
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pada tahun 2025 sebanyak 30 persen kendaraan yang beredar di jalan adalah kendaraan listrik.
Penggunaan kendaraan listrik pun semakin terlihat di Indonesia termasuk di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Salah satunya adalah Mochamad Sahroni (41) lelaki asal Surabaya yang sudah 12 tahun di Manado.
Ketika diwawancara Tribunmanado.co.id, Sahroni mengaku sudah menggunakan motor listrik merk Benelli Dong sejak sekitar November 2021.
Sejak menggunakan motor listrik, Sahroni merasakan dampak cukup signifikan terutama soal biaya transportasi.
"Jadi lebih hemat bisa sampai ratusan ribu," tutur Sahroni, Kamis (20/1/2022).
Selain itu ketika mengendarai motor listrik, Sahroni merasakan gerakan yang konstan, tidak berisik, bahkan tidak bergetar.
"Kalau setelah memakai motor listrik pakai motor biasa langsung terasa aneh, getarannya terasa," tambah lelaki yang bekerja sebagai Refraksionis Optisien di Poli Mata RSUP Kandouw ini.
Keuntungan lainnya yang dirasakan Sahroni adalah motor tersebut bisa diisi dayanya di mana saja termasuk di rumah.
"Tinggal dicolokin ke listrik dan sekali mengisi daya bisa dipakai lima sampai tujuh hari. Saya pernah ke Bandara Sam Ratulangi naik motor listrik masih sisa 20 persen pas sampai di rumah," kata Sahroni.
Jarak antara rumah dan tempatnya bekerja pun tidak terlalu jauh, hanya sekitar lima sampai delapan kilometer.
Hal tersebut membuat Sahroni tidak banyak menghabiskan daya motor listriknya, yaitu hanya sekitar lima sampai sepuluh persen per hari.
Ketika menghadapi tanjakan, Sahroni pun tidak mengalami kesulitan asal motor tidak menanggung beban 100 kilogram.
Kecepatan motor listrik yang dipakai Sahroni pun cukup stabil yaitu berkisar di 47-48 km/jam.
Meski begitu, Sahroni tetap merasakan ada kekurangan dengan motor listrik.
"Di bagian roda itu agak bunyi, entah pengaruh dinamo atau bagaimana masih kurang tahu," ucap Sahroni.
Motor listrik pun hanya bisa menempuh jarak maksimal 80 kilometer.
"Kalau misal mau pergi ke lokasi yang jaraknya agak jauh dan tidak mau gambling dengan baterai ya saya naik motor biasa yang menggunakan BBM," ujar Sahroni.
Meski begitu Sahroni tetap berharap ke depannya transportasi di Indonesia beralih dari BBM menjadi berbasis daya listrik.
Baca juga: RENUNGAN HARIAN KELUARGA Kisah Para Rasul 4:30 - Tuhan Menyembuhkan
Baca juga: Cerita Maria Silangen Soal Kuliah Online MBA di Luar Negeri, Dapat Peluang Perluas Networking
Baca juga: Sosok Iskandar Perangin Angin, Kakak Bupati Langkat yang Ditangkap KPK, Ternyata Seorang Kepala Desa