Amerika Serikat
Gebrakan Presiden Joe Biden, Calonkan Perempuan Muslim Jadi Hakim Pengadilan Federal AS
Presiden Joe Biden calonkan wanita Muslim-Amerika pertama untuk menjadi hakim di pengadilan federal di Amerika Serikat.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Gebrakan baru Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden di rezim pemerintahannya.
Terbaru, Joe Biden menominasikan seorang wanita Muslim-Amerika pertama untuk menjadi hakim di pengadilan federal di Amerika Serikat.
Bila disetujui Senat AS, Nusrat Jahan Choudhury, seorang pengacara hak-hak sipil keturunan Bangladesh, akan bertugas di pengadilan distrik federal di negara bagian New York.
“Seorang calon yang akan menjadi orang Bangladesh-Amerika pertama, wanita Muslim-Amerika pertama, dan hanya orang Muslim-Amerika kedua yang menjabat sebagai hakim federal,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan pada Rabu (19/1/2022). Ia merujuk pada Choudhury.
Choudhury saat ini menjabat sebagai direktur hukum cabang Illinois dari American Civil Liberties Union (ACLU), sebuah kelompok advokasi hak-hak sipil.
Dia sebelumnya bekerja dalam berbagai kapasitas di organisasi tersebut, termasuk sebagai wakil direktur program keadilan rasial ACLU di New York.
Choudhury telah terlibat dalam banyak kasus hak-hak sipil, termasuk tuntutan hukum.
Hal itu termasuk menantang daftar larangan terbang pemerintah federal dan pengawasan Departemen Kepolisian New York terhadap komunitas muslim kota.
Pada September 2021, pemimpin mayoritas Senat Demokrat, Chuck Schumer, secara resmi merekomendasikan Choudhury untuk menjabat di bangku federal di New York.
Ia menyebutnya sebagai ahli dalam hak-hak sipil dan kebebasan.
Muslim Advocates, sebuah kelompok advokasi Muslim-Amerika, telah mendesak Schumer dan sesama Senator New York Kirsten Gillibrand untuk mendorong pencalonan Choudhury awal tahun itu.
Pada Rabu (19/1/2022), kelompok tersebut berterima kasih kepada Biden dan Schumer karena membuat pencalonan bersejarah ini terjadi.
“Pada saat ketidaksetaraan dalam sistem peradilan berada di tengah kita, Choudhury, yang mendedikasikan karirnya untuk melindungi hak-hak sipil Muslim dan komunitas terpinggirkan lainnya, akan membawa legitimasi ke peradilan dengan mendorongnya menuju keadilan,” kata Muslim Advocates dalam sebuah pernyataan.
“Dan pada saat kebencian dan perpecahan memisahkan kita, Choudhury akan menjadi inspirasi sebagai wanita Muslim pertama, Bangladesh-Amerika pertama, dan Muslim Amerika kedua yang menjabat sebagai hakim federal yang dikonfirmasi Senat,” tambahnya.
ACLU Illinois juga menggambarkan pencalonan Choudhury sebagai bersejarah.