Berita Nasional
Sosok Munarman, Anak Pensiunan Guru yang Ditangkap Kasus Terorisme, Punya Karir Cemerlang
Munarman adalah anak dari H. Hamid. Munarman, seorang pensiunan guru Sekolah Rakyat, dengan pasangannya Ny. Nurjanah (Ibunya).
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
TRIBUNMANADO.CO.ID - Nama mantan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman menjadi perbincangan publik setelah dirinya malayangkan protes dalam persidangan pada Senin (17/1/2022).
Hal itu dikarenakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) memotong argumennya kala berdebat dengan saksi IM yang dihadirkan dalam persidangan.
Mulanya, Munarman sedang mempertanyakan saksi IM yang juga merupakan pelapor dalam perkara ini mengenai maklumat FPI tertanggal 8 Agustus 2014.

Munarman disebut saksi terlibat dalam aksi terorisme Bom Gereja Katedral di Filipina dan dukung organisasi teroris. (Kompas.com)
Maklumat yang berkaitan dengan dukungan terhadap gerakan jihad Islam di seluruh dunia itu, juga turut dijadikan barang bukti kalau Munarman terlibat dalam jaringan terorisme.
"Maklumat yang saudara ajukan sebagai bukti menjerat saya, melaporkan saya, sehingga saya masuk penjara sampai sidang saat ini," kata Munarman dalam persidangan.
Dalam kesempatan itu, Munarman menyampaikan bahwa atas pelaporan dari IM yang dinilainya tak terbukti itu telah merugikannya.
Munarman menyatakan, akibat pelaporan itu, saat ini dia ditahan dan telah kehilangan mata pencaharian.
"Saya ini kehilangan mata pencaharian. Ada 25 orang lebih yang kehilangan mata pencaharian juga, karena saya masuk penjara. Saudara harus tahu," kata Munarma kepada IM.
Lantas Siapa Munarman?
Munarman lahir dan besar di Palembang dan merupakan anak ke enam dari 11 bersaudara.
Munarman adalah anak dari H. Hamid. Munarman, seorang pensiunan guru Sekolah Rakyat, dengan pasangannya Ny. Nurjanah (Ibunya).
Pada tahun 1996 Munarman menikah dengan Ana Noviana dan menetap di Palembang.
Dari pernikahan ini Munarman dikaruniai tiga anak yaitu Rio Mohammad Alfarez, Rinaldo Mohammad Montazeri dan yang terakhir lahir pada bulan September 2008 dimana Munarman keluar penjara selama enam jam untuk menengok setelah kelahirannya.
Munarman dan keluarganya hidup terpisah dengan pertemuan teratur pada akhir pekan hingga kepindahannya ke Jakarta pada tahun 2000, sebelumnya keluarganya tinggal bersama keluarga Munarman di Palembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/munarman-ditangkap-kasus-terorisme-1212.jpg)