Masih Ingat
Masih Ingat Wanita yang Jualan Kentut hingga Raup Rp 2,8 Miliar? Kini Dirawat di RS
Perempuan dari Connecticut, Amerika Serikat ini sempat viral lantaran menjual kentutnya dan dihargai hingga setara Rp 2,8 Miliar.
Namun, ketika pesanan terus datang, Matto menyadari bahwa dia harus memasukkan banyak angin ke tubuhnya agar terus menghasilkan kentut.
"Saya suka memakan apa saja dengan kacang, muffin protein, kadang-kadang bahkan yogurt (lebih sedikit gula lebih baik), beberapa telur rebus," katanya dalam video Instagram.
"Sambil menunggu kentut itu berkembang, saya suka membaca. Saya sangat pintar, saya suka membaca."
Kemudian, katanya kepada Jam Press sebagaimana dilansir IFL Science, dia juga menambahkan protein shake untuk membuat kentutnya semakin bau.
Campuran itu, meski tentu saja baik untuk rekening banknya, memiliki efek yang kurang mengenakkan pada perutnya.
Dalam waktu dua bulan setelah memulai proyek pembuatan dan penjualan kentut tersebur, dia terpaksa menyerah karena masalah kesehatan.
"Saya ingat dalam satu hari saya minum sekitar tiga protein shake dan semangkuk besar sup kacang hitam," katanya kepada Jam Press.
"Saya tahu ada sesuatu yang tidak beres malam itu ketika saya berbaring di tempat tidur dan saya bisa merasakan tekanan di perut saya yang bergerak ke atas."
"Sangat sulit untuk bernapas dan setiap kali saya mencoba bernapas, saya merasakan sensasi mencubit di sekitar jantung saya."
Matto meyakini bahwa dia mungkin mengalami serangan jantung.
Oleh karena itu dia pergi ke rumah sakit dengan seorang teman.
Untungnya, yang dia alami ternyata bukanlah serangan jantung.
"Dijelaskan bahwa apa yang saya alami bukanlah stroke atau serangan jantung, tetapi nyeri gas yang sangat hebat," ungkapnya.
"Saya disarankan untuk mengubah pola makan dan minum obat penekan gas, yang secara efektif mengakhiri bisnis saya."
Namun, kini Matto menjual "toples kentut digital" yang akan tersedia sebagai Non Fungible Token (alias NFT).