Terkini Internasional

Dampak Letusan Gunung Berapi di Bawah Laut Tonga, Peringatan Tsunami di Beberapa Negara 

Inilah dampak dari meletusnya Gunung Berapi di Bawah Laut Tonga. Ada peringatan tsunami di beberapa negara. 

Kolase Tribun Manado/TWITTER @sakakimoana/Tangkapan Layar CNN
Abu naik ke udara setelah letusan gunung berapi bawah laut yang kuat di Pasifik Selatan. - Letusan gunung berapi di bawah laut Tonga memicu peringatan di Pantai Barat AS dan Hawaii. /Tangkapan layar dari video yang merekam ombak tinggi menerjang wilayah pesisir dan menerjang beberapa rumah di Tonga. Sebuah gunung berapi bawah laut di Pasifik meletus dan memunculkan peringatan tsunami di beberapa negara, termasuk Tonga dan Selandia Baru pada Sabtu (15/1/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah dampak dari meletusnya Gunung Berapi di Bawah Laut Tonga

Ada peringatan tsunami di beberapa negara. 

Berikut penjelasan mengenai apa yang terjadi setelah Gunung Berapi di Bawah Laut Tonga meletus. 

Baca juga: Final India Open 2022, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan VS Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty

Baca juga: Klasemen Terbaru Liga Inggris Setelah Manchester City Menang dari Chelsea

Baca juga: Penjelasan BMKG Terkait Gempa Susulan 33 Kali di Selat Sunda, Kekuatannya Lama Kelamaan Melemah

Abu naik ke udara setelah letusan gunung berapi bawah laut yang kuat di Pasifik Selatan.

Abu naik ke udara setelah letusan gunung berapi bawah laut yang kuat di Pasifik Selatan. (Tangkapan Layar CNN)

Setelah terjadi Letusan gunung berapi di bawah laut Tonga, muncul peringatan tsunami di sejumlah negara. 

Letusan itu telah mengirim gelombang tsunami ke pulau Pasifik Selatan dan memicu peringatan hingga ke Pantai Barat Amerika Serikat (AS).

Sebuah gunung berapi bawah laut besar yang meletus tepat sebelum matahari terbenam pada hari Jumat (14/1/2022).

Menurut Layanan Geologi Tonga, gumpalan dari ledakan mencapai lebih dari 12 mil di atas permukaan laut,

Awan yang disebabkan oleh abu dan uap mencapai sekitar 150 mil, sehingga mudah dilihat dari satelit.

Letusannya begitu besar sehingga gelombang kejutnya terasa hingga Gunung Hood di Oregon.

Di Tonga, rumah bagi 105.000 orang, tingkat cedera dan kerusakan yang disebabkan sebagian besar masih belum diketahui.

Letusan itu, yang memenuhi langit dengan begitu banyak abu sehingga kegelapan tampak turun di Tonga dua jam sebelum matahari terbenam, telah memutus komunikasi, menurut The Associated Press.

Menurut Layanan Geologi Tonga, aktivitas dari gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai berlanjut hingga Sabtu pagi dengan letusan lain yang kurang kuat selama 10 hingga 15 menit.

Taaniela Kula, seorang pejabat di Kementerian Tanah dan Sumber Daya Alam, mengatakan kepada situs berita Matangi Tonga bahwa ahli geologi telah mengamati ledakan besar dan kilat selama letusan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved