Info BMKG
Mohon Diperhatikan Pemerintah di Jawa Barat Sampai Jawa Timur, Info Terkini BMKG, Waspada Gempa
Hal itu diungkapan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers pasca gempa di Banten, Jumat.
"Akses jalur evakuasi itu jangan terhalang apapun, kalau ada barang yang kokoh untuk berlindung seperti di kolong meja, jangan digunakan untuk menyimpan sesuatu," pungkas Dwikorita.
Gempa di Banten
Sebelumnya diberitakan, gempa berkekuatan M 6,7 SR terjadi di Selat Sunda, pada Jumat (14/1/2022) pukul 16.05.41 WIB.
Catatan awal BMKG tentang gempa di Banten ini menunjukkan gempa berkekuatan M 6,7 SR dengan kedalaman 10 km.
"Info Gempa Mag:6.7, 14-Jan-22 16:05:41 WIB, Lok:7.01 LS, 105.26 BT (52 km BaratDaya SUMUR-BANTEN), Kedlmn:10 Km," tulis akun Instagram @infobmkg.
Namun, setelah dianalisis lagi, menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 6,6 SR.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,21° LS ; 105,05° BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Barat Daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada kedalaman 40 km.
Menurut BMKG, gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ungkap Dwikorita.
Sejumlah rumah di wilayah Banten dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.
Riwayat Gempa Selat Sunda
BMKG mencatat, gempa besar di Selat Sunda bukan kali ini saja terjadi.
Sebelumnya, gempa besar bahkan menyebabkan tsunami juga pernah terjadi di Selat Sunda.
Berikut sejarah gempa bumi merusak di Selat Sunda, yang disampaikan BMKG dalam rilis Jumat (14/1/2022).
-4 Mei 1851: Di Teluk Betung dan Selat Sunda pasca gempa kuat teramati tsunami setinggi 1,5 m.