Info Kesehatan
Kanker Ovarium Ternyata Lebih Beresiko Dialami Wanita Tak Pernah Hamil, Kenali dengan Metode 10 Jari
Sayangnya, kesadaran soal penyakit ini di kalangan perempuan masih rendah jika dibandingkan jenis kanker lainnya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Wanita tak pernah hamil ternyata lebih beresiko terkena kanker ovarium.
Diketahui, Kanker ovarium adalah salah satu penyakit mematikan yang mengintai para perempuan.
Hasil riset menyebutkan, satu dari 78 perempuan berisiko menderita kanker ovarium dalam salah satu fase hidupnya.
Sayangnya, kesadaran soal penyakit ini di kalangan perempuan masih rendah jika dibandingkan jenis kanker lainnya.
Pemahaman yang terbatas ini membuat risiko kematian kanker ovarium lebih tinggi karena lambatnya penanganan.
Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) Dr. dr. Brahmana Askandar, SpOG(K), K-Onk mengungkapkan, satu diantaranya adalah angka kelahiran atau paritas rendah.
Artinya wanita yang tidak pernah hamil lebih berisiko terkena kanker ovarium.
"Angka kelahiran rendah, ketika ada dua perempuan yang satu anaknya 5, yang satu tidak pernah hamil sama sekali maka risiko lebih pada yang tidak hamil sama sekali," kata dia dalam webinar yang bertajuk “Kampanye 10 Jari: Bersama Kita Bisa Menghadapi Kanker Ovarium”, Kamis (13/1/2022).
Ia mengatakan, pada orang yang belum pernah hamil maka akan terus menerus mengalami haid. Berarti mengalami ovulasi atau pecahnya sel telur.
Hal ini terbilang normal pada setiap wanita, namun perlu diingat dalam proses pecahnya sel telur dapat merusak permukaan ovarium.
Sementara pada wanita yang hamil, maka proses ovulasi akan terhenti sementara selama 9 bulan dan bahkan terkadang hingga fase menyusui.
"Karena saat memgandung 9 bulan tidak menghasilkan telur. Berbeda dengan yang tidak pernah hamil produksi telur sepanjang waktu maka berisiko lebih tinggi," ujarnya.
Selain angka kelahiran rendah, faktor risiko lainnya adalah memiliki riwayat kista endometrium; memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium dan/atau kanker payudara; mutasi genetik (misalnya BRCA);
gaya hidup yang buruk; dan pertambahan usia.
"Wanita usia lanjut usia 60 lebih berisiko dibanding usia 20 tahun semakin tua semakin ada risiko kanker ovarium," tegas Brahmana.
Ia mengatakan, dalam pratik sehari-hari yang ia lakukan 80 persen pasien kanker terdiagnosis stadium lanjut.
Hanya sebagian kecil yang terdiagnosis dini.
"Kalau datang keluhan perut membesar, susah buang air itu bukan dini dan 80 persen seperti stadium lanjut. Dan inilah disebut silent killer," imbuhnya
Kenali Risiko dan Tanda Kanker Ovarium dengan Metode 10 Jari
Dokter Brahamana menjelaskan, kanker ovarium sulit dikenali gejalanya atau dilakukan skrining karena tahapan perkembangan penyakitnya yang tergolong tidak jelas.
"Kadang satu orang butuh enam bulan sampai berkembang menjadi kanker, yang lain bisa bertahun-tahun," jelasnya.
Maka lebih baik apabila para perempuan memahami faktor risiko dan tanda kanker ovarium pada dirinya.
Perusahaan farmasi AstraZeneca Indonesia bekerjasama dengan Cancer Information and
Support Center (CISC) dan HOGI merilis kampanye 10 jari sebagai metode untuk mengenali kanker ovarium.
Cara ini sangat mudah sekaligus sangat bermanfaat untuk mendorong para perempuan segera berkonsultasi ke dokter jika mengalaminya.
Metode 10 jari ini terdiri dari enam faktor risiko dan empat tanda kanker ovarium.
Apa saja?
Enam faktor risiko kanker ovarium yaitu:
- memiliki riwayat kista endometrium
- memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium dan/atau kanker payudara
- mutasi genetik (misalnya BRCA)
- paritas (banyaknya persalinan yang pernah dijalani) rendah
- gaya hidup yang buruk
- pertambahan usia
Sedangkan empat tanda kanker ovarium yakni:
- kembung
- nafsu makan berkurang
- sering buang air kecil
- nyeri panggul atau perut
"Diagnosis sedini mungkin merupakan faktor penting dalam pengobatan kanker ovarium," kata Rizman Abudaeri, Direktur AstraZeneca Indonesia.
Termasuk pula dengan pengobatan yang tepat seperti terapi obat, pembedahan dan kemoterapi.
Pada kanker ovarium stadium awal, metode pengobatan tersebut masih memiliki peluang keberhasilan yang tinggi.
SUmber: Wanita yang Tak Pernah Hamil Lebih Berisiko Terkena Kanker Ovarium
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-kanker-ovarium_20170921_140759.jpg)