Berita Sulut

Temui Andrei Angouw, Dewan Rohaniwan Matakin dan Makin Sulut Bahas Rencana Perayaan Imlek Kongzili

Pimpinan Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Sulut dan Kota Manado menemui Wali Kota Manado, Andrei Angouw, Rabu (12/01/2021)

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Ist/Dok. Matakin
Wali Kota Manado, Andrei Angouw menerima Dewan Rohaniwan Matakin, Makin Sulut serta panitia Perayaan Imlek Umat Khonghucu Kota Manado 2573 Kongzili 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pimpinan Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Sulut dan Kota Manado menemui Wali Kota Manado, Andrei Angouw, Rabu (12/01/2021).

Dewan Rohaniwan/Pimpinan Pusat Matakin (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) Wén Shì (Ws) Sofyan Jimmy Yosadi SH mendampingi Makin Sulut dan Kota Manado selaku Penasehat Panitia Perayaan Tahun Baru Imlek 2563 Kongzili.

Pengurus Matakin yang hadir, Js Riano Baggy. Selain itu, Ketua Makin Manado Dq Diane Lontoh, Sekretaris Perkhin Sulut Dq. Lie The.

Sementara, panitia Perayaan Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili yang hadir, Ketua, Ingrid Wong; Wakil Ketua, Theresia Lasut; Sekretaris, Tasya Loho dan Bendahara, Ferenshia Koyakin.

Pertemuan itu membahas rencana gelaran perayaan Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili umat Khonghucu Kota Manado.

"Kegiatan rencananya akan diselenggarakan Jumat, 11 Februari 2022 di Aula Pemkot Manado," kata Sofyan kepada Tribunmanado.co.id, Kamis (13/01/2022).

Panitia meminta kesediaan Wali Kota Manado hadir dan memberi sambutan dalam acara tersebut.

Andrei Angouw yang adalah wali kota pertama di Indonesia yang beragama Khonghucu menyambut baik rencana tersebut.

Ia berharap umat Khonghucu tetap membantu program pemerintah. Khususnya untuk vaksinasi Covid-19

"Wali kota meminta agar masyarakat disiplin menjaga protokol kesehatan sebab penyebaran varian baru Omicron," kata Yosadi mengutip permintaan Angouw.

Wali kota juga memberi informasi bahwa Pemkot Manado segera melaksanakan pemberian vaksin booster Covid-19.

Beberapa hal lain disampaikan Wali Kota Manado, yakni terkait kebijakan-kebijakan seperti pemberian insentif bagi para tokoh agama.

Insentif diberikan dengan harapan para tokoh agama bisa bekerja maksimal dalam pelayanan umat atau jemaat di rumah-rumah ibadat masing-masing.

"Dan ditegaskan bahwa insentif ini bukan bantuan sosial," jelasnya.

Karena itu, diperlukan data pendukung umat atau jemaat di Kota Manado demi pelayanan pemerintah yang maksimal kepada tokoh agama dan semua umat beragama.

Data tokoh agama dan pelayanan kepada umat beragama dari pemerintah Kota Manado selain untuk peningkatan pelayanan l juga akan bermanfaat untuk mendeteksi dini kriminalitas serta ancaman terorisme dan radikalisme.(ndo)

Baca juga: PDAM Bangun Jaringan Pipa di Kecamatan Tamako dan Manganitu Kabupaten Sangihe Terdampak Bencana

Baca juga: DPRD Sumut Bertandang ke Sulut, Dhody Thahir Takjub Nikmati Kuliner Goropa Woku

Baca juga: Operasi Trisula, Misi Tumpas PKI Terlibat G30S di Blitar Selatan, Ratusan Antek Dibungkam TNI

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved